Kehilangan Sosok Tentara Reformis Sejati!

Kehilangan Sosok Tentara Reformis Sejati!

suaramedia.id – Kabar duka menyelimuti dunia militer dan sejarah demokrasi Indonesia. Mantan Panglima TNI, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, dinyatakan wafat pada Sabtu (24/10/2026) dalam usia 82 tahun. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum telah dimakamkan melalui upacara militer yang khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (25/10/2026).

Kepergian tokoh yang akrab disapa Widodo AS ini menuai simpati mendalam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini. Menurut Didik, Indonesia baru saja kehilangan salah satu sosok tentara reformis yang sangat langka.

Kehilangan Sosok Tentara Reformis Sejati!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Didik mengenang peran krusial Widodo AS dalam masa transisi Indonesia dari rezim otoriter menuju era demokrasi. Ia menyebut bahwa kontribusi Widodo AS dalam menjaga stabilitas negara di titik nadir sejarah sering kali luput dari sorotan media, padahal dampaknya sangat fundamental.

"Saya menjadi anggota MPR RI saat itu dan berada dalam sidang bersama Widodo AS. Perannya sebagai representasi TNI dalam Sidang Istimewa MPR RI tahun 1998 sangat vital, mengingat tahun tersebut adalah titik balik sejarah bangsa kita," ungkap Didik melalui keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).

Lebih lanjut, Didik menjelaskan bahwa jasa pertama Widodo AS terlihat saat ia menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) pada Sidang Umum MPR Maret 1998. Di tengah gejolak krisis moneter dan demonstrasi besar-besaran, Widodo AS berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan dan teritorial Barat Indonesia agar tidak semakin kacau.

Tak hanya di medan tugas militer, Widodo AS juga menunjukkan kapasitas intelektual dan kepemimpinannya di ranah konstitusi. Ia dipercaya memimpin sidang sebagai Pimpinan PAH II dalam proses transisi reformasi hukum negara.

"Setelah jatuhnya Soeharto, negara berada dalam fase transisi yang sangat kritis. Widodo AS berperan penting dalam merumuskan Ketetapan Reformasi melalui Badan Pekerja MPR, yang kemudian menjadi landasan penataan sistem hukum baru Indonesia pada Sidang Istimewa MPR November 1998," tambah Didik.

Sosok Widodo AS akan selalu dikenang sebagai perwira yang mampu menempatkan militer pada peran yang tepat di tengah badai perubahan politik nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar