suaramedia.id – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menyoroti insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. JK menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus teror yang menimpa aktivis hak asasi manusia tersebut.

Related Post
Berbicara di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu lalu, JK menegaskan bahwa kejadian ini sangat disayangkan dan memerlukan penanganan serius dari pihak berwajib. "Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan terjadi, dengan harapan polisi betul-betul," ujar JK, menekankan harapannya agar polisi bekerja maksimal. Ia juga menyinggung kemiripan kasus ini dengan teror serupa yang pernah menimpa mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Mantan orang nomor dua di Indonesia itu tidak menampik dugaan bahwa serangan brutal ini memiliki korelasi kuat dengan aktivitas atau pekerjaan yang selama ini dijalankan oleh korban. "Setelah KPK dulu, siapa namanya si, Novel Baswedan itu, ke ini lagi, kena lagi. Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu, supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya kegiatan yang bersangkutan," terang JK, mengindikasikan kemungkinan adanya motif terkait profesi atau perjuangan Andrie Yunus yang mungkin mengganggu pihak tertentu.








Tinggalkan komentar