suaramedia.id – Masa purnatugas bagi seorang prajurit bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan transformasi bentuk pengabdian. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Mayjen TNI Marinir (Purn) Bambang Sutrisno. Meski telah menanggalkan seragam kebanggaannya, dedikasinya terhadap bangsa Indonesia terus mengalir melalui berbagai lini, mulai dari sektor olahraga, penguatan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat luas.

Related Post
Pria kelahiran Kediri, 16 April 1965 ini, merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1988. Rekam jejak militernya tergolong sangat mumpuni, dibentuk melalui berbagai kawah candradimuka pendidikan strategis seperti Seskoal, Sesko TNI, hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Selama lebih dari 30 tahun, ia telah menorehkan tinta emas dalam struktur TNI Angkatan Laut.

"Pengabdian tidak berhenti ketika seragam dilepas. Pengabdian berubah bentuk, tetapi semangatnya tetap sama," ungkap Bambang saat memberikan keterangan pada Jumat (9/10/2026).
Perjalanan karier Bambang Sutrisno diwarnai dengan jabatan-jabatan krusial yang menguji ketangguhan mental dan kepemimpinan. Ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir di Cilandak, Jakarta, sebuah posisi vital dalam kekuatan tempur Korps Marinir. Pengalaman di medan komando ini membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas, disiplin, dan presisi dalam pengambilan keputusan.
Tak hanya di Pulau Jawa, kiprahnya meluas hingga ke ujung timur Nusantara saat ia menjabat sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI AL XI (Danlantamal XI) Merauke. Di wilayah perbatasan Papua Nugini tersebut, ia memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Selain aspek operasional tempur, Bambang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia. Hal ini terbukti dari rekam jejaknya sebagai Kepala Dinas Potensi Maritim TNI AL (Kadispotmaral) serta Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Sesko TNI. Peran-peran tersebut menunjukkan kemampuannya dalam mengelola potensi maritim sekaligus mencetak calon-calon pemimpin masa depan TNI.
Menutup rangkaian pengabdian formalnya di militer, Bambang sempat memperdalam wawasan strategis nasional sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Politik di Lemhannas RI. Pengalaman ini memberinya perspektif yang komprehensif mengenai keterkaitan antara stabilitas politik, hukum, pertahanan, dan pembangunan nasional demi kemajuan Indonesia.










Tinggalkan komentar