Houthi: Kartu As Iran di Laut Merah Terungkap!

Houthi: Kartu As Iran di Laut Merah Terungkap!

suaramedia.id – Dunia tengah menyoroti ketegangan di Selat Hormuz, namun di sisi lain Timur Tengah, pergerakan strategis yang tak kalah krusial tengah berlangsung di Yaman. Kelompok Houthi, dengan manuver terbarunya, kini dipandang sebagai ‘front kedua’ yang signifikan bagi Iran, menciptakan dinamika baru dalam peta geopolitik regional.

Pada 11 September 2026, laporan menyebutkan pasukan Houthi berhasil menguasai Pulau Perim (atau Mayyun) yang strategis di jantung Bab el-Mandeb. Pencapaian ini menyusul perebutan Mokha di pesisir Laut Merah sebelumnya, secara signifikan memperkokoh kendali Houthi atas salah satu jalur perdagangan maritim paling vital di dunia.

Houthi: Kartu As Iran di Laut Merah Terungkap!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Eko Ernada, Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember sekaligus Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa dalam skenario ini, Houthi dapat diinterpretasikan sebagai ‘front kedua’ Iran. Namun, ia menegaskan bahwa istilah ini tidak lantas mengindikasikan Houthi sebagai milisi yang dikendalikan langsung oleh Teheran. Houthi, menurut Ernada, memiliki narasi historis, agenda politik, dan perhitungan strategisnya sendiri dalam pusaran konflik Yaman. Pertanyaan krusialnya adalah apakah Iran memerlukan kontrol penuh atas Houthi untuk meraup keuntungan strategis dari eksistensi mereka. Dalam lanskap geopolitik modern, jawabannya seringkali tidak demikian.

Ernada lebih lanjut menguraikan bahwa keberadaan Houthi memberikan Iran ‘kedalaman strategis’ yang melampaui batas-batas teritorialnya. Meskipun Iran telah lama menyokong Houthi, kelompok ini telah berevolusi menjadi entitas militer dan politik yang relatif otonom. Oleh karena itu, hubungan antara keduanya lebih tepat digambarkan sebagai ‘keselarasan strategis’ (strategic alignment) ketimbang struktur komando. Houthi tidak perlu berstatus ‘boneka’ Iran agar eksistensinya menguntungkan Teheran. Cukup dengan adanya irisan kepentingan, kapabilitas Houthi sudah mampu memperluas jangkauan manuver strategis Iran. Sebuah laporan dari kantor berita Reuters bahkan mengidentifikasi Houthi sebagai kelompok yang didukung Iran, namun pada saat yang sama menyoroti perkembangan mereka di sepanjang pesisir Laut Merah yang menunjukkan peningkatan kapasitas operasional yang mandiri. Inilah inti dari relevansi konsep kedalaman strategis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar