suaramedia.id – Akademisi terkemuka, Rocky Gerung, baru-baru ini melontarkan pandangan tajam mengenai gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang menyasar ijazah Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, kasus ini bukan sekadar sengketa biasa, melainkan "awal dari kehancuran" yang berpotensi memicu krisis politik berskala besar di Indonesia jika gugatan tersebut dikabulkan.

Related Post
Dalam sebuah diskusi sengit di program "Rakyat Bersuara" iNews, Rocky Gerung menyatakan bahwa proses pemeriksaan keabsahan ijazah Gibran oleh MK yang dijadwalkan akan dimulai dalam waktu dekat bisa menjelma menjadi skandal politik raksasa. "Minggu depan MK mulai memproses ijazah palsu Gibran. Akan jadi skandal besar tuh, DPR mesti layani itu," tegas Rocky, menyoroti urgensi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menanggapi isu ini secara serius.

Lebih lanjut, Rocky Gerung bahkan memprediksi adanya efek domino yang bisa terjadi jika gugatan tersebut dikabulkan. "Bagaimana kalau DPR bilang lanjutkan, lalu Gibran jatuh, lalu ada yang bilang jangan Gibran aja, Prabowo juga mesti jatuh. Enggak ada soal," tambahnya, menunjukkan bahwa ia tak akan keberatan dengan skenario politik yang ekstrem tersebut.
Namun, Rocky Gerung juga mengklarifikasi bahwa gugatan PHPU yang sedang bergulir di MK saat ini secara spesifik hanya mempersoalkan keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden terpilih, dan bukan menyangkut status Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Sorotan tajam dari Rocky Gerung ini menambah panas dinamika politik pasca-pemilu, di mana isu keabsahan dokumen pendidikan salah satu pejabat publik menjadi perhatian serius dan berpotensi mengubah peta politik nasional secara signifikan.










Tinggalkan komentar