Gebrakan Prabowo: Kabinet Makin Gemuk!

Gebrakan Prabowo: Kabinet Makin Gemuk!

suaramedia.id – Dinamika politik di lingkaran istana kembali memanas menyusul langkah berani Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran atau reshuffle kabinet. Rentetan pelantikan yang terjadi pada awal Oktober 2026 ini memicu diskusi hangat di tengah masyarakat mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan.

Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik 18 pejabat baru yang mencakup posisi menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, hingga jajaran tinggi di Polri dan Ombudsman. Tak berhenti di situ, esok harinya, 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) resmi dikukuhkan. Fenomena ini menunjukkan adanya ekspansi signifikan pada lingkaran pembantu Presiden.

Gebrakan Prabowo: Kabinet Makin Gemuk!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Manuver ‘Tukar Kursi’ di Jajaran Menteri

Perombakan kali ini memperlihatkan adanya pergeseran peta kekuatan melalui strategi "tukar kursi". Salah satu sorotan utama adalah Bahlil Lahadalia yang kini memegang peran ganda sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri ESDM.

Perubahan posisi juga terlihat pada Sugiono yang berpindah dari kursi Menteri Luar Negeri menjadi Menko PMK. Sementara itu, tongkat estafet Menteri Luar Negeri kini dipegang oleh Arrmanatha Christiawan Nasir. Di sektor industri, Muhammad Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasarmita sebagai Menteri Perindustrian.

Sektor keamanan pun tak luput dari rotasi. Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Posisi strategis Menko Politik dan Keamanan kini ditempati oleh Dudung Abdurachman, sementara Dedi Prasetyo melangkah ke posisi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Efektivitas atau Sekadar Penambahan Birokrasi?

Secara manajemen, rotasi pejabat dapat dipandang sebagai upaya penyegaran untuk menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan prioritas pembangunan. Namun, tantangan besar bagi pemerintahan Prabowo adalah membuktikan bahwa perombakan ini bukan sekadar formalitas pergantian nama, melainkan membawa perubahan nyata pada kinerja dan kesejahteraan rakyat.

Hal yang menjadi perhatian publik adalah semakin membengkaknya struktur birokrasi. Pasca reshuffle, Kabinet Merah Putih kini mengelola 49 kementerian dengan dukungan 57 wakil menteri. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan struktur awal, termasuk pembentukan kementerian koordinator baru dan jabatan wakil menteri koordinator di bidang perekonomian.

Kini, publik menanti apakah struktur kabinet yang semakin luas ini akan mempercepat akselerasi program pemerintah atau justru menciptakan kerumitan birokrasi baru yang menghambat efektivitas kerja.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar