suaramedia.id – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk periode 2026-2028. Melalui prosesi pelantikan yang khidmat, organisasi mahasiswa hukum ini berkomitmen penuh untuk melakukan rekonstruksi serta memperkokoh supremasi hukum di tanah air.

Related Post
Estafet kepemimpinan kini berada di tangan Chaerul Anwar Siauta yang menjabat sebagai Ketua Umum, dengan didampingi oleh Budi Nasrulla yang dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal.

Mengangkat tema "Rekonstruksi Hukum; Meneguhkan Supremasi Hukum di Tengah Perubahan Zaman", pelantikan ini bukan sekadar seremoni formalitas. Tema tersebut menjadi sinyal kuat bahwa PERMAHI ingin mendorong pembaruan sistem hukum nasional agar tetap relevan dan tangguh dalam menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks, tanpa meninggalkan prinsip dasar negara hukum.
Dalam pidato perdananya, Ketua Umum DPN PERMAHI, Chaerul Anwar Siauta, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh kader. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal dan penguatan tanggung jawab kolektif dalam menjalankan garis perjuangan organisasi.
"Kepengurusan ini harus bergerak melalui kerja nyata. Kita perlu memperkuat intelektualitas dan memiliki keberanian untuk merespons setiap problematika hukum yang terjadi di Indonesia," tegas Chaerul dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti peran krusial mahasiswa hukum sebagai agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh terjebak dalam pemahaman hukum yang bersifat normatif atau sekadar teks belaka.
"Mahasiswa harus mampu mengembangkan daya kritis, menjaga integritas moral, serta terlibat aktif dalam memperjuangkan penegakan hukum yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, DPN PERMAHI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan dan memberikan kontribusi pemikiran yang solutif bagi perkembangan hukum di Indonesia.










Tinggalkan komentar