suaramedia.id – Para pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) baru-baru ini menampung aspirasi krusial dari Koordinator Nasional Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (Kades AMJ). Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026), dengan fokus utama pada masa depan kebijakan bagi para kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2027, termasuk jadwal pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang sangat dinanti.

Related Post
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Pimpinan DPR Sari Yuliati dan Saan Mustopa, secara langsung mendengarkan berbagai pandangan dan kekhawatiran yang disampaikan oleh perwakilan Kades AMJ. Selain isu Pilkades, para kepala desa juga mengutarakan masukan terkait hak-hak mereka, pentingnya penghargaan atas dedikasi pengabdian, serta keberlanjutan program dan layanan pemerintahan di tingkat desa yang telah berjalan.

Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa para kepala desa menyampaikan kondisi terkini, di mana tekanan inflasi dan dampak gejolak global turut mempengaruhi persiapan dan pelaksanaan Pilkades. "Mereka menyampaikan aspirasi terkait kondisi saat ini, di mana ada inflasi kemudian dampak global yang berpengaruh juga pada pelaksanaan Pilkades yang dirasakan mungkin akan membebani situasi keuangan saat ini sekaligus dinamika yang terjadi di pedesaan," jelas Dasco, menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang dihadapi.
Menanggapi hal tersebut, DPR RI berkomitmen untuk meneruskan aspirasi ini kepada kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya adalah memastikan tahapan Pilkades dapat dijalankan pada waktu yang paling tepat, dengan perhitungan dan koordinasi yang matang. "Kami menerima aspirasi dan kami akan coba melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," pungkas Dasco, menegaskan peran DPR sebagai jembatan antara suara rakyat di desa dan pembuat kebijakan di tingkat nasional. Koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi terbaik demi kelancaran transisi kepemimpinan desa dan stabilitas pembangunan di seluruh pelosok negeri.








Tinggalkan komentar