suaramedia.id – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan langkah besar dalam memperkuat transparansi dan efisiensi tata kelola belanja pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui integrasi ekosistem Sistem Informasi Pembelanjaan Sekolah (SIPLah), BGN berkomitmen untuk mendigitalisasi seluruh proses pengadaan di dapur-dapur SPPG di seluruh Indonesia.

Related Post
Langkah strategis ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BGN dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kerja sama ini difokuskan pada dukungan pengembangan sistem belanja yang lebih akuntabel untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa target utama dari digitalisasi ini adalah agar seluruh dapur SPPG di tanah air dapat menggunakan sistem tersebut secara penuh pada Januari 2027. Menurutnya, keputusan mengadopsi SIPLah adalah langkah cerdas untuk melakukan benchmarking terhadap sistem yang sudah teruji keberhasilannya.
"Daripada membangun sistem baru dari nol yang belum tentu teruji, kami memilih untuk mengadopsi sistem yang sudah berjalan baik, lalu melakukan penyesuaian agar selaras dengan kebutuhan operasional SPPG," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Ia menambahkan bahwa harapan besarnya adalah tata kelola belanja di SPPG nantinya memiliki standar kualitas dan transparansi yang setara dengan sistem yang telah diterapkan oleh Kemendikdasmen.
Saat ini, implementasi sistem tersebut tengah memasuki fase uji coba. Tercatat, sebanyak 40 dapur SPPG telah mulai menggunakan sistem ini dengan melibatkan sekitar 400 pemasok. Meski target total mencapai 26.700 dapur SPPG, BGN akan melakukan perluasan secara bertahap guna memastikan stabilitas sistem.
BGN telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan yang cukup ketat. Setelah fase uji coba, akan dilakukan soft launching pada November 2026, disusul dengan peluncuran tahap berikutnya pada Desember 2026, hingga target implementasi total pada awal tahun 2027.
"Sejauh ini progresnya berjalan positif. Kami terus memantau hasil uji coba untuk memastikan kesiapan sistem sebelum diterapkan secara masif. Jika memungkinkan untuk dipercepat, tentu akan kami upayakan," tutup pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.



Tinggalkan komentar