Cara Ampuh Tekan Biaya Politik Mahal!

suaramedia.id – Fenomena tingginya biaya politik di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang berisiko memicu praktik korupsi di kalangan aktor politik. Menanggapi hal tersebut, peneliti dari Indonesian Corruption Watch (ICW), Seira Tamara, menawarkan solusi strategis melalui metode kampanye berbasis pertemuan tatap muka.

Menurut Seira, pendekatan kampanye yang mengutamakan interaksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi kunci untuk memangkas pengeluaran politik yang tidak efisien. Selain lebih hemat, metode ini dinilai mampu membangun ikatan emosional (bounding) yang lebih kuat antara kandidat dengan konstituennya.

Cara Ampuh Tekan Biaya Politik Mahal!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Dengan kampanye berbasis pertemuan, penggunaan alat peraga kampanye (APK) yang berlebihan maupun praktik politik uang yang memicu pembengkakan biaya dapat diminimalisir," ujar Seira saat memberikan edukasi kepada kader Perindo DKI Jakarta di Kantor DPP Perindo, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak kandidat terjebak dalam penggunaan baliho atau atribut fisik lainnya yang sangat mahal hanya untuk sekadar memperkenalkan diri. Padahal, melalui pertemuan langsung, informasi mengenai visi dan misi calon dapat tersampaikan secara lebih mendalam tanpa harus mengandalkan materi fisik yang boros biaya.

Lebih lanjut, Seira menekankan bahwa menekan biaya politik bukan sekadar masalah efisiensi anggaran, melainkan upaya preventif untuk menjaga integritas demokrasi. Semakin rendah biaya yang dikeluarkan seorang politisi untuk meraih jabatan, maka semakin kecil dorongan mereka untuk melakukan tindak pidana korupsi guna "mengembalikan modal" setelah terpilih.

Upaya transformasi pola kampanye ini diharapkan dapat menciptakan iklim politik yang lebih sehat, di mana adu gagasan dalam pertemuan langsung lebih diutamakan daripada sekadar adu kemewahan alat peraga atau kekuatan uang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar