Banjir Bawa Berkah? Kayu Gratis untuk Korban Sumut!

Banjir Bawa Berkah? Kayu Gratis untuk Korban Sumut!

suaramedia.id – Medan, Sumatera Utara – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan lampu hijau bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang untuk memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan rumah warga yang rusak parah akibat bencana, khususnya di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel).

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution pada Jumat (19/12) di Medan. Menurutnya, izin penggunaan kayu ini telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan. "Dari Kementerian Kehutanan sudah menyampaikan, silakan kayu yang terbawa banjir itu digunakan untuk menanggulangi bencana, seperti membuat jembatan darurat," jelas Bobby.

Banjir Bawa Berkah? Kayu Gratis untuk Korban Sumut!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di Kecamatan Batang Toru, Tapsel, warga sudah mulai aktif memanfaatkan material kayu berukuran besar tersebut. Mereka memotong dan mengolah kayu-kayu itu untuk membangun kembali jembatan yang putus atau memperbaiki bagian rumah yang hancur. Langkah ini menjadi solusi cepat di tengah keterbatasan akses dan sumber daya pascabencana.

Bobby menambahkan, selain untuk perbaikan fasilitas umum, warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan masih mengungsi juga diperbolehkan menggunakan kayu tersebut untuk perbaikan mandiri. "Masyarakat yang rumahnya rusak, butuh kayu untuk perbaikan, itu boleh saja, silakan digunakan. Namun, penting diingat, jangan sampai ada penebangan pohon baru. Cukup manfaatkan kayu yang sudah ada dan terbawa banjir," tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berkoordinasi erat dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk memastikan percepatan pemulihan pascabanjir. Bantuan logistik juga terus disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi.

Fenomena kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir bandang memang menjadi masalah serius di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kayu-kayu berukuran besar ini kerap menutupi aliran sungai, permukiman, bahkan hingga pesisir pantai, menghambat aktivitas masyarakat dan upaya evakuasi. Dengan kebijakan ini, Bobby Nasution berharap masalah yang tadinya menjadi penghalang kini bisa diubah menjadi berkah untuk mempercepat bangkitnya kembali kehidupan warga terdampak.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar