Atalia Praratya Murka! 50 Siswa Sekelas? Sekolah Jabar Krisis?

Atalia Praratya Murka! 50 Siswa Sekelas?  Sekolah Jabar Krisis?

suaramedia.id – Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya, Anggota Komisi VIII DPR RI, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menerapkan aturan 50 siswa per kelas di SMA/SMK. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk tahun ajaran baru ini sangat tidak manusiawi dan mengabaikan kondisi guru serta siswa.

Atalia mengungkapkan, ia kerap menerima keluhan dari para guru SMA di daerah pemilihannya di Jawa Barat. "Saya menyaksikan, 25 siswa per kelas saja sudah sangat padat. Aturan Kemendikbudristek sendiri maksimal 36 siswa. Bayangkan 50 siswa! Guru-guru sudah kewalahan mengurusi 25 siswa, apalagi 50," ujarnya saat ditemui di Cimahi, Kamis (31/7).

Atalia Praratya Murka! 50 Siswa Sekelas?  Sekolah Jabar Krisis?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia juga menyoroti kondisi siswa yang terpaksa duduk berhimpitan dan tidak nyaman belajar. "Bagaimana mungkin anak-anak nyaman belajar dalam kondisi seperti itu? Aktivitas belajar mereka akan terganggu," tegas Atalia. Ia membandingkan dengan sekolah rakyat di bawah Kementerian Sosial yang hanya memiliki 25 siswa per kelas, menekankan perlunya evaluasi kebijakan ini. "Harus dipikirkan kualitas pendidikan, bukan hanya kuantitas," tambahnya.

Sebelumnya, kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah dan telah memicu polemik. Ketua Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) SMK Jabar, Ade Hendriana, menilai kebijakan ini tidak adil dan berpotensi melanggar hukum, karena menyebabkan penurunan jumlah siswa di sekolah swasta hingga 30 persen. Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi kepada siswa tidak mampu agar dapat bersekolah di sekolah swasta.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa penambahan rombel hanya diterapkan di daerah padat penduduk dan dekat dengan keluarga tidak mampu. Ia juga menekankan bahwa masih banyak siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, sehingga sekolah swasta masih memiliki peluang besar. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jabar berencana membangun 661 ruang kelas baru dan 15 unit sekolah baru dengan anggaran Rp300 miliar. Namun, kritik Atalia Praratya menyoroti perlunya pertimbangan yang lebih matang dalam kebijakan pendidikan ini.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar