suaramedia.id – Wacana mengenai bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ke dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto kini tengah menjadi sorotan hangat. Menanggapi isu tersebut, ilmuwan sekaligus praktisi neuropolitika, Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, memberikan dukungannya terhadap gagasan tersebut.

Related Post
Dokter Tifa menyatakan bahwa Anies Baswedan sebaiknya tidak menutup pintu jika nantinya Presiden Prabowo memberikan tawaran resmi untuk mengisi posisi menteri. Hal ini sejalan dengan pandangan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, yang sempat menyebutkan bahwa Anies memiliki kapasitas yang sangat mumpuni, bahkan menyarankan posisi Menteri Pendidikan sebagai salah satu peran yang relevan bagi Anies.

Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi maupun tawaran konkret dari pihak Presiden Prabowo terkait posisi tersebut.
Melalui unggahannya di platform X, Dokter Tifa mengajak Anies untuk menilik kembali sejarah politik di Indonesia sebagai bahan pertimbangan. Ia memberikan analogi mengenai langkah politik yang diambil oleh Prabowo Subianto di masa lalu.
"Bagi saya, ada pelajaran penting dari sejarah politik Indonesia," tulis Dokter Tifa dalam cuitannya yang dikutip pada Selasa (13/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa Prabowo Subianto pun pernah berada di posisi sebagai rival politik Presiden Joko Widodo, namun pada akhirnya memilih untuk berkolaborasi di dalam pemerintahan dengan menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Menurutnya, semangat untuk mengabdi kepada negara tidak harus selalu dimulai dari kursi kepresidenan.
"Prabowo tidak harus menjadi presiden terlebih dahulu untuk ikut bekerja bagi negara. Mengapa Anies tidak bisa mengambil pelajaran serupa?" pungkas Dokter Tifa dalam pernyataan tersebut.
Diskusi mengenai potensi kolaborasi antara dua tokoh besar ini diprediksi akan terus berkembang di tengah masyarakat, mengingat besarnya pengaruh keduanya dalam peta politik nasional.










Tinggalkan komentar