Ahok Blak-blakan: Jangan Biarkan Keberagaman Jadi Bom Waktu!

Ahok Blak-blakan: Jangan Biarkan Keberagaman Jadi Bom Waktu!

suaramedia.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, menyuarakan pandangan tajam mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekayaan perbedaan yang dimiliki bangsa ini seharusnya menjadi fondasi kekuatan, bukan justru pemicu perpecahan yang mengancam keutuhan. Penegasan ini disampaikan Ahok dalam sebuah Dialog Kebangsaan bertajuk "Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh-Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia" yang berlangsung di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ahok secara lugas menyoroti tantangan dalam merawat keberagaman. Ia menekankan urgensi untuk mengikis sentimen inferioritas serta menanamkan kesadaran bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak dan kewajiban yang setara di hadapan negara. "Jadi dengan cara sesuatu ini saya pikir ya itu yang harus anda miliki ya atau main cita-cita aja mau jadi apa," ujar Ahok, mendorong setiap warga negara untuk memiliki visi dan ambisi tanpa dibatasi oleh identitas.

Ahok Blak-blakan: Jangan Biarkan Keberagaman Jadi Bom Waktu!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Ahok juga berbagi kisah inspiratif tentang wejangan sang ayah yang sejak dini menanamkan prinsip kesetaraan. Ayahnya selalu mengingatkan agar ia tidak pernah merasa lebih rendah atau lebih tinggi karena perbedaan suku maupun agama. "Selalu kau pada hak, pada kewajiban yang sama," kenang Ahok, menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

Lebih lanjut, Ahok menekankan bahwa menghadapi dinamika keberagaman memerlukan sikap toleransi dan saling menghormati. Menurutnya, lingkaran kebencian tidak selayaknya dibalas dengan respons serupa. Setiap warga negara, terlepas dari perbedaan pandangan atau latar belakang, memiliki tanggung jawab kolektif terhadap kemajuan dan keutuhan Indonesia.

Secara keseluruhan, dialog ini menegaskan kembali bahwa nilai kesetaraan, kecintaan pada tanah air, serta semangat gotong royong merupakan pilar utama dalam menghadapi dinamika perbedaan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Keberagaman, pada hakikatnya, adalah anugerah yang harus terus dirawat sebagai kekuatan tak tergoyahkan bangsa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar