suaramedia.id – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai konsep keagamaan yang dikaitkan dengan konflik di Poso dan Ambon menuai kritik pedas. Koordinator LBH Arus Bawah Prabowo (ABP), Steven Pailah, menilai bahwa narasi yang disampaikan JK tersebut berpotensi besar menyesatkan pemahaman masyarakat luas jika tidak segera diluruskan.

Related Post
Steven Pailah mengungkapkan kekhawatirannya setelah mencermati pidato JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya yang cuplikannya beredar luas, JK disebutkan mengemukakan bahwa konflik yang memiliki nuansa agama seringkali sulit untuk dihentikan. Menurut interpretasi JK, kesulitan ini bersumber dari keyakinan kuat masing-masing pihak yang bertikai terhadap konsep "syahid" atau mati syahid.

LBH ABP secara tegas mengutip bagian pernyataan JK yang berbunyi, "konflik bernuansa agama kerap sulit dihentikan karena adanya keyakinan dari masing-masing pihak terkait konsep syahid." Steven Pailah menekankan bahwa pandangan semacam ini, tanpa konteks dan penjelasan yang memadai, dapat memicu interpretasi yang keliru di tengah masyarakat. Ia mendesak agar ada klarifikasi lebih lanjut dari JK untuk mencegah distorsi pemahaman publik mengenai hubungan antara agama dan konflik sosial yang sangat sensitif di Indonesia.








Tinggalkan komentar