suaramedia.id – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono, memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono. Dalam kunjungannya ke rumah duka di Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2026) malam, Hendropriyono mengenang Juwono sebagai sosok sipil yang memiliki jiwa militan, sebuah karakter unik yang membawa perubahan signifikan di tubuh pertahanan negara.

Related Post
Hendropriyono tiba di kediaman Juwono Sudarsono di Jalan Alam Asri VII sekitar pukul 21.32 WIB. Kedatangannya disambut hangat oleh pihak keluarga di halaman rumah, sebelum ia melangkah masuk untuk beberapa menit, menyampaikan belasungkawa dan doa bagi almarhum. Suasana duka menyelimuti momen perpisahan dengan salah satu tokoh penting bangsa tersebut.

Usai melayat, Hendropriyono berbagi pandangannya tentang Juwono Sudarsono, yang ia sebut sebagai tokoh yang sangat dikagumi, tidak hanya oleh dirinya tetapi juga oleh para menteri di era Kabinet Reformasi. Ia secara khusus menyoroti peran Juwono sebagai individu sipil murni pertama yang menduduki jabatan strategis Menteri Pertahanan.
"Kabinet Reformasi yang saya kira sama dengan teman-teman yang lain, sama-sama Menteri waktu itu mengagumi Juwono Sudarsono sebagai menteri yang pertama kali punya latar belakang sipil murni menjadi Menteri Pertahanan," ujar Hendropriyono, seperti dikutip dari suaramedia.id pada Sabtu (28/3/2026).
Menurut Hendropriyono, keberanian menunjuk seorang sipil sebagai Menhan kala itu merupakan langkah progresif yang membawa dampak positif. Kehadiran Juwono diyakini telah mendorong profesionalisme dan pengembangan intelektual yang lebih luas di kalangan militer. Meskipun berlatar belakang sipil, semangat dan dedikasi Juwono dalam mengemban tugas pertahanan negara menunjukkan "jiwa militan" yang tak kalah dengan para prajurit, menjadikannya inspirasi bagi banyak pihak dalam modernisasi dan reformasi angkatan bersenjata.










Tinggalkan komentar