Mengejutkan! Semarang Makin Sehat, Warga Terlindungi!

Related Post
suaramedia.id – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sektor kesehatan di ibu kota Jawa Tengah ini mencatat kemajuan signifikan. Bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga, jaminan kesehatan yang meluas, penurunan angka kemiskinan, serta perhatian serius terhadap kesehatan ibu dan anak.

Program unggulan "Semarang Sehat" menjadi pilar utama visi mereka. Konsep sehat yang diusung tidak hanya berarti bebas dari penyakit, melainkan mencakup aspek gizi yang terpenuhi, lingkungan yang mendukung, stabilitas ekonomi, dan akses universal terhadap layanan kesehatan bagi seluruh penduduk.
"Kesehatan adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah kota. Kami bertekad membangun Semarang yang tangguh, dimulai dari individu yang sehat secara fisik dan mental, ekonomi yang stabil, serta rasa aman dalam mengakses layanan medis. ‘Semarang Sehat’ adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk melindungi dan menyejahterakan warganya," tegas Agustina Wilujeng.
Kesejahteraan Meningkat, Angka Kemiskinan Terus Tergerus
Peningkatan kualitas kesehatan tidak bisa dipisahkan dari upaya pengentasan kemiskinan. Data menunjukkan tren positif yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Angka kemiskinan di Kota Semarang yang pada tahun 2020 masih di angka 11,84 persen, diperkirakan akan menyentuh 9,36 persen pada tahun 2025.
Penurunan ini terlihat jelas dan konsisten: dari 11,25 persen (2021), 10,98 persen (2022), 10,77 persen (2023), 10,19 persen (2024), hingga 9,71 persen, dan kini mencapai 9,36 persen di tahun 2025. Ini menandakan semakin banyak warga yang terangkat dari garis kemiskinan, sehingga akses terhadap layanan kesehatan tidak lagi menjadi beban finansial. Berbagai program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan jaminan kesehatan berjalan beriringan, menciptakan lingkaran positif di mana warga yang sehat dapat bekerja lebih produktif dan meningkatkan taraf hidup mereka.
"Kemiskinan dan kesehatan memiliki korelasi yang kuat. Warga yang kurang mampu cenderung lebih rentan sakit, dan penyakit bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kemiskinan. Oleh karena itu, kami melakukan intervensi simultan pada kedua sektor ini. Alhamdulillah, hasilnya terus menunjukkan perbaikan," jelas Wali Kota Agustina.
Semarang Makin Terlindungi: Jaminan Kesehatan Meluas Drastis
Salah satu capaian paling signifikan di bidang kesehatan adalah perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC). Jumlah peserta UHC di Semarang melonjak drastis, dari 98.261 jiwa pada tahun 2024 menjadi 228.859 jiwa di tahun 2025. Ini berarti ada penambahan 130.598 warga yang kini memiliki jaminan akses kesehatan tanpa harus khawatir biaya.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari ketenangan warga saat membutuhkan perawatan medis. Baik untuk berobat rutin di puskesmas maupun penanganan di rumah sakit, termasuk persalinan, masyarakat kini dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan lebih mudah dan tenang.
"Saya sering mendengar cerita warga yang dulu ragu berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena terbebani biaya. Kini, dengan perluasan UHC, mereka bisa datang dengan tenang. Itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai pemerintah," imbuh Agustina.
Stunting Jadi Prioritas: Anak Semarang Harus Tumbuh Kuat
Pemerintah Kota Semarang juga menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas utama. Berbagai program komprehensif telah diluncurkan, menyasar mulai dari kelompok remaja, ibu hamil, hingga balita, demi memastikan generasi muda Semarang tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, bebas dari ancaman gagal tumbuh. Upaya ini menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan kota yang lebih baik.








Tinggalkan komentar