suaramedia.id – Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas penyebab banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Indikasi kuat adanya deforestasi di wilayah hulu sungai menjadi sorotan utama, memicu langkah cepat dari pemerintah pusat untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Related Post
Sebagai respons atas dugaan tersebut, Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera melakukan kajian mendalam terhadap kondisi hutan di sekitar area Guci. Peninjauan ini diharapkan dapat menguak potensi pelanggaran atau kelalaian yang berkontribusi pada bencana alam yang mengejutkan tersebut.

"Kami meminta dari Kementerian Kehutanan untuk juga melakukan review di wilayah sekitar tempat wisata Guci di Kabupaten Tegal itu," tegas Mensesneg Prasetyo dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan pemerintah dalam menanggapi laporan awal mengenai aktivitas penebangan hutan yang diduga menjadi pemicu utama.
Prasetyo juga menegaskan bahwa upaya penanganan dan investigasi tidak hanya berhenti di tingkat pusat. Koordinasi intensif terus dijalin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal. "Tim investigasi daerah sudah mulai bergerak di lapangan, mengumpulkan data dan informasi krusial untuk mengungkap penyebab pasti banjir," imbuhnya, menunjukkan sinergi antara berbagai tingkatan pemerintahan.
Peristiwa banjir bandang yang menerjang Guci ini menjadi perhatian serius, mengingat statusnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Pemerintah bertekad untuk tidak hanya menuntaskan penyelidikan, tetapi juga merumuskan langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.










Tinggalkan komentar