suaramedia.id – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan bahwa peneliti Indonesia akan menjadi penulis utama dalam publikasi ilmiah Oxford University terkait penemuan bunga langka Rafflesia hasseltii di Sijunjung, Sumatera Barat. Penegasan ini muncul sebagai respons atas sorotan publik terkait tidak dicantumkannya nama peneliti Indonesia dalam pengumuman awal temuan tersebut oleh Oxford University.

Related Post
Arif Satria menjelaskan bahwa publikasi ilmiah yang sedang dipersiapkan akan melibatkan seluruh peneliti yang terlibat dalam penemuan Rafflesia hasseltii, baik dari dalam maupun luar negeri. "Dalam publikasi ilmiah yang sedang dipersiapkan, InsyaAllah periset BRIN yang lead," ujarnya, seperti dikutip suaramedia.id – . Publikasi ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi ilmuwan di seluruh dunia.

Penemuan Rafflesia hasseltii ini merupakan hasil kolaborasi antara The University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dengan Program RIIM Ekspedisi. BRIN sendiri bekerja sama dengan dua lembaga riset dari Universitas Bengkulu dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu dalam penemuan ini.
Sebelumnya, unggahan Oxford University yang tidak mencantumkan nama peneliti Indonesia menuai kritik, salah satunya dari mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Anies meminta Oxford University untuk menyebutkan nama-nama peneliti Indonesia yang terlibat dalam ekspedisi tersebut, seperti Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi.










Tinggalkan komentar