suaramedia.id – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, melontarkan desakan kuat agar para pimpinan partai politik segera melakukan pertemuan strategis. Langkah ini dinilai mendesak guna merumuskan sikap politik menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA milik Gibran Rakabuming Raka tidak sah.

Related Post
Menurut Doli, dinamika hukum yang berkembang pasca-putusan MA ini menciptakan urgensi baru bagi koalisi maupun partai politik lainnya. Ia menilai, situasi saat ini jauh lebih krusial dibandingkan saat munculnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya.

"Saya mendorong agar ada pertemuan antar-pimpinan partai politik untuk membahas persoalan ini. Urgensitasnya semakin tinggi akibat adanya putusan MA tersebut. Jika sebelumnya hanya putusan MK, mungkin kita masih memiliki waktu, namun dengan adanya putusan Mahkamah Agung ini, pembicaraan menjadi sangat mendesak," ujar Doli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (2/11/2026).
Dalam keterangannya kepada wartawan, Doli menekankan bahwa pertemuan elit parpol tersebut harus berpijak pada tiga pilar utama dalam mengambil keputusan.
Pertama, setiap langkah politik yang diambil harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Doli menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang murni tidak boleh diabaikan begitu saja dalam merespons isu ini.
Kedua, keputusan yang dihasilkan harus menunjukkan kepatuhan dan ketaatan penuh terhadap konstitusi negara. Hal ini penting untuk menjaga marwah hukum di Indonesia.
Ketiga, para pemimpin partai diharapkan tetap menjunjung tinggi etika dalam berbangsa dan bernegara dalam menentukan sikap politik mereka ke depan.
Sebelumnya, isu mengenai keabsahan dokumen pendidikan Gibran telah menjadi sorotan tajam, terutama setelah adanya putusan hukum yang menggugurkan legalitas suket penyetaraan ijazah yang bersangkutan. Kini, publik menantikan bagaimana respons konkret dari koalisi partai politik dalam menyikapi persoalan hukum tersebut.



Tinggalkan komentar