Teknik Es Kering BMKG: Kabut Asap Hilang!

Teknik Es Kering BMKG: Kabut Asap Hilang!

suaramedia.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini tengah mengintensifkan langkah strategis dalam menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), BMKG memanfaatkan teknologi dry ice atau es kering yang dirancang khusus untuk mengurai kepekatan kabut asap yang kian mengganggu aktivitas warga.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, memberikan jaminan bahwa penggunaan es kering dalam operasi ini telah melalui perhitungan teknis yang sangat matang. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa intervensi cuaca tersebut tidak memberikan efek samping atau dampak negatif bagi masyarakat yang berada di daratan.

Teknik Es Kering BMKG: Kabut Asap Hilang!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Kami menjalankan operasi ini dengan standar keamanan yang tinggi. Karena tujuan utama penggunaan dry ice adalah untuk memberikan dampak positif, kami sangat menghindari risiko efek samping bagi warga. Itulah mengapa kami menggunakan dry ice dalam bentuk pelet berukuran kecil saat proses penyemaian," ungkap Handoko sebagaimana dilansir dari suaramedia.id, Sabtu (24/10/2026).

Secara teknis, pelet es kering tersebut tidak dilepaskan sembarangan. BMKG menargetkan penyemaian dilakukan di atas lapisan inversi, tepatnya pada ketinggian antara 5.000 hingga 7.000 kaki di atas permukaan laut. Strategi ketinggian ini sangat krusial agar es kering dapat mengalami proses sublimasi secara sempurna di lapisan atmosfer.

Dengan metode ini, es kering akan berubah menjadi gas di atmosfer sebelum sempat menyentuh permukaan tanah. Langkah preventif ini diambil agar masyarakat di bawah tidak merasakan dampak fisik dari material penyemaian, namun manfaatnya—yakni pembersihan polusi udara—langsung terasa di lapisan atmosfer.

"Jadi, penyemaian ini dampaknya langsung bekerja di atmosfer pada ketinggian 5.000 sampai 7.000 kaki. Ini adalah upaya nyata kami untuk memastikan bahwa teknologi ini bekerja efektif tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan pemukiman," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar