suaramedia.id – Sebuah peringatan tegas dilontarkan oleh Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rakhmatika Ardianto, menyusul insiden KMP Virgo Transport 8. Ia mendesak agar semua pihak menahan diri dan tidak serta-merta menyimpulkan usia kapal sebagai biang keladi kecelakaan. Fokus utama, menurutnya, adalah menunggu hasil investigasi menyeluruh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang kini tengah mengumpulkan data krusial di lokasi kejadian.

Related Post
Ardianto juga tak lupa menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak musibah ini. Ia menekankan bahwa penanganan korban harus menjadi prioritas utama, disusul dengan evaluasi keselamatan yang objektif demi menghasilkan perbaikan sistem yang tepat sasaran di masa mendatang.

"Sangat disayangkan jika label ‘kapal tua’ lantas menjadi jawaban instan setiap kali musibah di laut terjadi," tegas Ardianto pada Selasa (15/9/2026). Ia melanjutkan, "Meskipun tahun pembuatan adalah data penting, itu bukanlah vonis penyebab. Kita wajib memberikan ruang penuh kepada KNKT untuk menelaah fakta-fakta di lapangan, bukan mendahuluinya dengan berbagai asumsi yang belum terverifikasi."
Lebih lanjut, Ardianto menguraikan bahwa dalam ranah industri perkapalan, konsep "umur teknis" sejatinya tidak dikenal. Yang ada hanyalah "umur ekonomis" kapal. Hal ini dikarenakan komponen-komponen vital pada kapal dapat terus diperbarui dan diganti. "Kapal memiliki karakteristik yang berbeda jauh dengan makhluk hidup seperti manusia," jelasnya. "Pelat lambung, mesin penggerak, sistem perpipaan, hingga berbagai sistem lainnya dapat diperbaiki atau bahkan diganti secara berkala. Artinya, meskipun usia kalender sebuah kapal terus bertambah, kondisi teknis komponen-komponennya dapat senantiasa dipulihkan melalui program perawatan dan pembaruan yang terencana."
Sistem klasifikasi kapal juga memainkan peran krusial. Kondisi fisik kapal, termasuk potensi korosi, keretakan, deformasi, hingga kelelahan struktur, diperiksa secara berkala dan ketat. Setiap temuan yang mengindikasikan perlunya perbaikan wajib ditindaklanjuti sesuai persyaratan dan tenggat waktu yang telah ditetapkan, guna memastikan kapal tetap memenuhi standar kelasnya. "Oleh karena itu, setiap pembaruan komponen harus selalu diiringi dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal secara keseluruhan," pungkasnya.
Adapun pertimbangan "umur ekonomis" lebih merujuk pada aspek finansial, yakni biaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan kapal agar tetap layak beroperasi. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan akan perbaikan, penggantian komponen, pembaruan peralatan, serta waktu non-operasional (docking) cenderung meningkat, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi dan profitabilitas.










Tinggalkan komentar