Revolusi Akta Lahir: Otomatis & Bebas Pungli!

suaramedia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan sebuah terobosan signifikan dalam layanan administrasi kependudukan. Melalui integrasi platform SatuSehat milik Kementerian Kesehatan dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri, penerbitan akta kelahiran kini dapat dilakukan secara otomatis. Langkah ini, menurut Tito, tidak hanya akan memangkas birokrasi yang rumit, tetapi juga secara efektif menutup celah praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini meresahkan masyarakat.

Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Selama ini, proses pengurusan akta kelahiran seringkali menjadi momok bagi masyarakat. Mereka harus melewati serangkaian prosedur dan mendatangi berbagai instansi, sebuah kondisi yang membuka lebar peluang bagi praktik percaloan dan pungli demi mempercepat proses.

"Ide ini datang dari Pak Menteri Kesehatan, bagaimana jika sistem Dukcapil yang memiliki data lengkap masyarakat Indonesia digabungkan dengan sistem SatuSehat beliau, sehingga setiap anak yang lahir langsung diberikan akta kelahiran? Saya sangat mendukung sekali," ungkap Tito saat peluncuran program ini di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026).

Integrasi data antara Dukcapil dan SatuSehat ini memungkinkan akta kelahiran diterbitkan secara otomatis segera setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Dengan sistem yang sudah terhubung, orang tua tidak perlu lagi repot mengurus dokumen secara manual, menghemat waktu dan tenaga.

Tito menegaskan bahwa inisiatif ini membawa dua manfaat utama. "Ini akan satu mempermudah layanan publik bagi masyarakat. Masyarakat tidak harus ke sana kemari untuk mengurus akta kelahiran. Yang kedua tadi bisa memutus pungli-pungli ya, karena biasanya kan akta kelahiran diurus nanti harus ke sana kemari, ke sana kemari untuk percepat mungkin ada sesuatu ya," jelasnya.

Akta kelahiran yang sudah terbit dapat langsung diterima di fasilitas kesehatan tempat persalinan. Selain itu, dokumen juga bisa dikirimkan melalui surat elektronik atau nomor WhatsApp orang tua, memberikan fleksibilitas untuk dicetak secara mandiri kapan saja dibutuhkan. Terobosan ini diharapkan mampu menciptakan layanan publik yang lebih transparan, efisien, dan bebas dari praktik koruptif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar