suaramedia.id – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memonitor secara langsung insiden tragis yang menimpa tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Ketiga calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tersebut dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Kabar ini dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Related Post
Mensesneg Prasetyo Hadi, saat dimintai keterangan mengenai kasus ini, menegaskan bahwa Istana turut menyampaikan keprihatinan mendalam dan duka cita atas berpulangnya ketiga peserta tersebut. "Presiden memonitor semua dong," ujar Prasetyo, mengindikasikan perhatian penuh dari kepala negara terhadap kejadian memilukan ini.

Lebih lanjut, Prasetyo memastikan bahwa evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan Latsarmil akan segera digulirkan. "Kalau evaluasi jelas dong," tegasnya. Ia menambahkan bahwa setiap proses akan ditinjau ulang, terutama jika ditemukan adanya kesalahan prosedur standar operasional (SOP) yang berpotensi mengarah pada kelalaian. "Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," jelas Prasetyo, menekankan komitmen untuk mencari tahu penyebab pasti kematian.
Kendati demikian, Prasetyo menampik spekulasi yang menyebutkan bahwa insiden tragis ini diakibatkan oleh intensitas latihan yang terlalu berat. "Belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua," tegasnya, mengisyaratkan bahwa penyebab kematian kemungkinan bukan karena beban fisik yang berlebihan di awal pelatihan. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden yang menelan korban jiwa ini.








Tinggalkan komentar