Jurus Ampuh Mendagri & BPOM Jaga Ekonomi Nasional!

suaramedia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan bukan sekadar urusan teknis, melainkan pilar krusial bagi stabilitas ekonomi nasional. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah konsolidasi nasional yang mempertemukan seluruh kepala daerah se-Indonesia di Kemendagri, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).

Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan daerah, meliputi 38 gubernur, 416 bupati, dan 98 wali kota. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian secara lugas menyatakan bahwa Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan (DAK NF BOK POM) harus dipandang lebih dari sekadar alokasi teknis. Dana ini kini diorkestrasi sebagai instrumen vital dalam kebijakan fiskal daerah, bertujuan konkret untuk membentengi daya tahan ekonomi, khususnya melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta upaya pengendalian inflasi.

Mendagri Tito Karnavian menekankan urgensi peran pemerintah daerah dalam konteks ini. "Pengawasan obat dan makanan hari ini harus dilihat sebagai bagian integral dari stabilitas nasional," ujar Tito. Ia melanjutkan, "Ketika produk yang beredar aman dan terstandar, kepercayaan publik akan terjaga, pasar menjadi stabil, dan inflasi dapat dikendalikan. Inilah titik krusial di mana peran strategis pemerintah daerah sangat dibutuhkan."

Lebih lanjut, dana DAK NF BOK POM ini dipahami sebagai instrumen transfer spesifik yang bersifat stimulan. Pemerintah pusat secara aktif mendorong agar pemerintah daerah tidak lagi sekadar menggantungkan diri pada DAK, melainkan memanfaatkannya sebagai katalisator untuk memperkuat pendanaan pengawasan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing. Pergeseran paradigma ini menandai evolusi kebijakan dari sekadar penyaluran anggaran menuju penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintahan daerah secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih kokoh dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar