18 OPM Tewas! Misi Rahasia Koops Habema di Papua

18 OPM Tewas!  Misi Rahasia Koops Habema di Papua

suaramedia.id – Kehebohan melanda Papua pasca operasi militer yang dilakukan Komando Operasi (Koops) Habema. TNI mengumumkan telah melumpuhkan 18 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam sebuah operasi di Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (14/5). Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Iwan Dwi, menyebut operasi yang menyasar Distrik Sugapa itu berhasil membersihkan wilayah Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning dari keberadaan kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.

Operasi yang berlangsung dari pukul 04.00 hingga 05.00 WIT ini menyasar beberapa kampung, termasuk Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba. Selain tewasnya 18 anggota OPM, pihak TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari senjata api (AK-47 dan senjata rakitan), puluhan amunisi, busur panah, bendera Bintang Kejora, hingga alat komunikasi. Letkol Iwan menegaskan operasi dilakukan secara terukur dan profesional, dengan memprioritaskan keselamatan warga sipil.

18 OPM Tewas!  Misi Rahasia Koops Habema di Papua
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Koops Habema sendiri merupakan komando khusus bentukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Nama "Habema" merupakan singkatan dari "Harus Berhasil Maksimal," sekaligus nama danau tinggi di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Koops Habema terdiri dari pasukan gabungan TNI AD, AL, dan AU, dibentuk untuk menyatukan strategi TNI dan Polri dalam menangani konflik di Papua. Panglima TNI sebelumnya menjelaskan strategi "smart power" yang diusung, menggabungkan "soft power" dan "hard power" serta diplomasi militer. Koops Habema menjadi implementasi nyata dari strategi tersebut.

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan Papua dengan pendekatan humanis dan profesional. Ia juga membuka pintu bagi anggota OPM yang ingin kembali ke NKRI. Namun, pernyataan TNI ini diiringi kabar dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) yang menyebutkan adanya tiga warga sipil yang tewas dalam kontak tembak tersebut. PGI menyebut korban adalah Elisa Wandagau, Mono Tapamina, dan Kepala Desa Hitadipa Ruben Wandagau. suaramedia.id telah berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada Kapuspen TNI, namun belum mendapat tanggapan. Kejadian ini pun menimbulkan pertanyaan dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar