suaramedia.id – Dewan Energi Nasional (DEN) secara tegas menyerukan penguatan fundamental ketahanan energi nasional. Desakan ini muncul di tengah lanskap geopolitik global yang kian tidak menentu, di mana stabilitas pasokan energi menjadi krusial. Salah satu strategi utama yang digarisbawahi adalah percepatan elektrifikasi di berbagai sektor, mencakup kebutuhan rumah tangga hingga transportasi.

Related Post
Kholid Syeirazi, Anggota Dewan Energi Nasional, belum lama ini menekankan bahwa percepatan adopsi kompor listrik dan kendaraan listrik merupakan pilar vital dalam memperkokoh ketahanan energi. Ia menjelaskan, meskipun dalam kondisi normal ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) mungkin tidak terasa signifikan, namun situasinya akan berbalik drastis saat terjadi krisis geopolitik.

"Ketika terjadi krisis geopolitik, harga bisa melonjak tajam dan pasokan berpotensi tersendat," ujar Kholid. "Oleh karena itu, kita perlu memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri, di antaranya melalui kompor listrik dan kendaraan listrik."
Lebih lanjut, Kholid menguraikan bahwa ketergantungan masif Indonesia pada impor BBM dan LPG secara inheren menjadikan sistem energi nasional sangat rentan terhadap fluktuasi pasar global. Kerentanan ini semakin nyata ketika konflik geopolitik pecah, yang tidak hanya berpotensi mengganggu rantai pasok, tetapi juga memicu lonjakan harga energi secara drastis.
Oleh karena itu, menurut Kholid, salah satu pilar utama kebijakan energi di masa depan adalah menggalakkan elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga mobilitas transportasi. Hal ini sejalan dengan visi transisi energi global yang pada akhirnya akan bermuara pada dominasi listrik sebagai sumber daya utama. "Kendaraan bermotor secara bertahap akan beralih dari BBM ke listrik, sementara kebutuhan energi rumah tangga seperti memasak juga didorong untuk menggunakan kompor listrik," pungkasnya, menegaskan arah kebijakan yang strategis.








Tinggalkan komentar