suaramedia.id – Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara kembali dilanda longsor susulan, Kamis (4/12/2025), memutus total akses jalan utama di Desa Parsikaman KM 38, Kecamatan Adian Koting. Bencana ini terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Related Post
Akibat longsor ini, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Kombes Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, mengatakan bahwa tim dari Bid TIK Polda Sumut telah diterjunkan ke lokasi, namun akses menuju titik longsor benar-benar tertutup.

"Warga dan pengguna jalan terpaksa menunggu proses evakuasi material longsor oleh tim gabungan," ujar Kombes Ferry, seperti dilansir suaramedia.id – .
Untuk memantau kondisi terkini dan memetakan dampak longsor, tim kepolisian menggunakan drone. Hasil pantauan udara menunjukkan bahwa jalur tersebut benar-benar lumpuh akibat timbunan tanah yang sangat tebal.
Sementara itu, proses pencarian korban banjir dan longsor sebelumnya masih terus dilakukan. Data terbaru menunjukkan, total korban meninggal dunia mencapai 33 orang, dan 15 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Aiptu Walpon Baringbing, Kasi Humas Polres Taput, menjelaskan bahwa korban ditemukan di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan. Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban yang masih belum ditemukan.
"Kami berharap korban yang hilang segera ditemukan. Mohon doa dari seluruh masyarakat," kata Aiptu Walpon.
Petugas gabungan terus berupaya membersihkan material longsor dan mencari korban yang hilang. Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih tinggi di wilayah Tapanuli Utara.










Tinggalkan komentar