suaramedia.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka peluang besar untuk mengubah syarat pencalonan ketua umum. Hal ini mencuat setelah sejumlah nama di luar kader partai ramai disebut-sebut sebagai calon kuat menjelang Muktamar yang dijadwalkan Agustus atau September 2025. Tengku Amrin, Ketua DPP PPP, menegaskan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai bukanlah aturan mutlak. "AD/ART itu bukan Al-Quran, hadis. Itu kesepakatan Muktamirin (peserta muktamar). Kalau mau diubah, ya ubah," tegas Amrin dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (14/5).

Related Post
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap munculnya nama-nama potensial calon ketua umum dari luar internal PPP. Meskipun AD/ART saat ini mensyaratkan calon ketua umum harus kader internal dan pernah menjabat pengurus wilayah atau pusat minimal satu periode, Amrin memberi sinyal kuat akan adanya perubahan. Namun, Saiful Rahmat Dasuki, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, menyatakan dukungannya terhadap hasil Mukernas terakhir yang menyepakati ketiadaan perubahan AD/ART terkait syarat calon ketua umum. Ia meminta semua pihak menghormati keputusan tersebut. Saiful juga membantah klaim yang menyebutkan 20 ketua DPW mendorong ketua umum baru.

Usman Tokan, Juru Bicara PPP, mengungkapkan setidaknya sembilan hingga sepuluh nama yang berpotensi menjadi calon ketua umum. Nama-nama tersebut berasal dari internal dan eksternal partai. Dari internal, terdapat nama Plt. Ketua Umum Muhammad Mardiono, Ketua Majelis Pertimbangan M. Romahurmuziy (Rommy), Waketum Amir Uskara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Sandiaga Uno. Bahkan, mantan Ketua Umum Suharso Monoarfa juga disebut masih berpeluang. Sementara, dari kalangan eksternal, muncul nama-nama seperti Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Usman menambahkan bahwa beberapa nama eksternal tersebut sudah melakukan konsolidasi dan menjalin komunikasi dengan pimpinan wilayah. Perubahan besar dalam kepemimpinan PPP tampaknya sudah di depan mata.










Tinggalkan komentar