suaramedia.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan 12 perusahaan di Sumatera Utara (Sumut) dalam memicu bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR pada Kamis (4/12).

Related Post
suaramedia.id – "Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan sedang mengumpulkan data perusahaan yang diduga kuat berkontribusi terhadap bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sementara ini, kami menemukan indikasi pelanggaran di 12 perusahaan di Sumatera Utara," tegas Raja Juli. Tindakan tegas akan segera diambil terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

suaramedia.id – Lebih lanjut, Menhut menjelaskan bahwa pihaknya telah mencabut 18 izin usaha pemanfaatan hutan (IUPH) seluas total 526.144 hektare pada Februari 2025. Bahkan, dalam waktu dekat, 20 IUPH lainnya dengan luas sekitar 750.000 hektare juga akan dicabut setelah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini merupakan bagian dari rasionalisasi IUPH dan moratorium izin baru.
suaramedia.id – Raja Juli memaparkan tiga faktor utama penyebab bencana di Sumatera, yaitu siklus tropis yang menyebabkan cuaca ekstrem, bentuk geomorfologi Daerah Aliran Sungai (DAS), dan kerusakan pada daerah tangkapan air (DTA).
suaramedia.id – Meski demikian, Menhut mengklaim bahwa deforestasi di Indonesia hingga September 2025 mengalami penurunan sebesar 49.700 hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terjadi di tiga provinsi terdampak bencana, dengan rincian Aceh (10,04%), Sumut (13,98%), dan Sumbar (14%).










Tinggalkan komentar