Skandal Bansos! MUI Desak Pemerintah Bersihkan Penerima Nakal

Skandal Bansos! MUI Desak Pemerintah Bersihkan Penerima Nakal

suaramedia.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah untuk mencoret nama penerima bantuan sosial (bansos) yang terlibat dalam judi online (judol). Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan hal ini di Jakarta, Sabtu (12/7). Menurutnya, judi merupakan perbuatan haram dan bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Maidah ayat 90.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan adanya ratusan ribu penerima bansos yang juga terlibat dalam aktivitas judol. Dari 28,4 juta NIK penerima bansos di tahun 2024 dan 9,7 juta NIK pemain judol, teridentifikasi 571.410 NIK yang menerima bansos sekaligus bermain judi online.

Skandal Bansos! MUI Desak Pemerintah Bersihkan Penerima Nakal
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Zainut menjelaskan, judi merupakan dosa besar karena mengandung unsur gharar (ketidakpastian) dan berdampak sangat buruk. Judi dapat memicu permusuhan, kemarahan, bahkan pembunuhan. Lebih jauh, judi membentuk karakter jahat, membuat seseorang malas dan pemarah, hingga berujung pada kemiskinan dan rusaknya hubungan rumah tangga serta tatanan sosial. Sifatnya yang adiktif juga membuat penerima bansos rela mempertaruhkan uang bantuan untuk judi, mengabaikan kebutuhan keluarga.

MUI mendesak pemerintah untuk serius memberantas judi online dalam segala bentuknya. Zainut juga meminta penegak hukum untuk menindak tegas bandar judi, pengelola situs, pemodal, hingga seluruh sindikat perjudian agar Indonesia terbebas dari praktik haram tersebut. Langkah tegas ini diharapkan dapat membersihkan sistem bansos dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar