suaramedia.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (12/3/2026) menyambut kedatangan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, di Markas Besar Kementerian Pertahanan, Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi ini fokus pada penguatan kerja sama strategis kedua negara, dengan Morotai menjadi salah satu agenda utama yang menarik perhatian publik.

Related Post
Diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam, dari pukul 09.04 WIB hingga 10.18 WIB, mencakup beragam isu krusial yang berdampak pada stabilitas regional dan global. Menhan Sjafrie mengungkapkan bahwa agenda pertemuan terbagi dalam dua sesi penting: dialog empat mata antara kedua menteri, dilanjutkan dengan sesi bilateral yang melibatkan delegasi pertahanan dari Indonesia dan Australia.

Dalam sesi privat, Sjafrie memaparkan visi kebijakan pertahanan Indonesia yang berorientasi pada pemeliharaan stabilitas nasional. Ia juga menambahkan bahwa pembahasan mencakup pembaruan informasi mengenai dinamika global yang memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia.
Selain itu, agenda pertemuan juga berfokus pada upaya intensifikasi kerja sama pertahanan antara Jakarta dan Canberra. Inisiatif ini tidak hanya terbatas pada kerangka bilateral, melainkan juga menjajaki format trilateral dengan melibatkan Papua Nugini, khususnya dalam upaya peningkatan profesionalisme di sektor pertahanan. Menhan Sjafrie turut menggarisbawahi potensi perluasan kolaborasi ini dengan melibatkan Jepang, membentuk kerja sama trilateral baru antara Indonesia, Australia, dan Jepang, demi memperkuat kapasitas serta profesionalisme militer di kawasan.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah prospek pengembangan fasilitas pelatihan militer di Morotai. Pulau yang terletak di Maluku Utara ini memiliki signifikansi historis sebagai pangkalan militer strategis selama Perang Dunia II, dengan infrastruktur pertahanan yang masih berpotensi untuk direaktivasi dan dikembangkan guna mendukung kebutuhan pelatihan militer modern. Potensi Morotai sebagai pusat latihan militer regional menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral ini, menandakan babak baru dalam kerja sama pertahanan kedua negara.








Tinggalkan komentar