suaramedia.id – Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, kembali menyuarakan dugaan kejanggalan terkait ijazah Presiden Joko Widodo. Kali ini, fokus sorotannya tertuju pada perkiraan usia dokumen kelulusan tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan tahun kelulusan sang Presiden ke-7 Indonesia.

Related Post
Menurut Dokter Tifa, kejanggalan ini bermula dari pengamatan terhadap gambar ijazah yang disebut-sebut milik Jokowi, yang sebelumnya disebarkan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi. Tifa menyoroti kondisi logo Universitas Gadjah Mada (UGM) pada ijazah tersebut. "Logo UGM yang ditampilkan oleh Dian Sandi itu sama sekali tidak ada bleberan tinta," ujar Dokter Tifa dalam pernyataannya belum lama ini.

Berdasarkan observasinya tersebut, Dokter Tifa lantas mengemukakan hipotesis bahwa usia ijazah tersebut kemungkinan belum genap 40 tahun. Padahal, Presiden Jokowi diketahui telah menamatkan studinya pada tahun 1985. "Jadi kita bisa menduga, kita bisa menegakkan hipotesis ini logo baru, usianya belum 40 tahun," tegasnya, menyiratkan bahwa dokumen tersebut mungkin baru dicetak atau dibuat.
Untuk memperkuat dugaannya, Dokter Tifa bahkan mengaku telah melakukan perbandingan. Ia menyandingkan ijazah yang disorotnya dengan ijazah lain dari lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1985. Hasilnya, ia menemukan bahwa ijazah yang memang berusia 40 tahun seharusnya menunjukkan tanda-tanda penuaan, seperti "bleberan tinta" atau sedikit pudar pada bagian logo UGM. "Ternyata pada ijazah yang usianya 40 tahun terjadi bleberan tinta, ini karena aging, karena usia," pungkasnya, menekankan perbedaan signifikan tersebut.
Klaim Dokter Tifa ini menambah panjang daftar perdebatan seputar keaslian dokumen kelulusan Presiden Jokowi yang kerap menjadi polemik di ruang publik.










Tinggalkan komentar