suaramedia.id – Ledakan dahsyat mengguncang lokasi pemusnahan amunisi di Cibalong, Garut, Jawa Barat, Senin (12/5). Tragedi ini menewaskan 13 orang, terdiri dari empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil. Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, mengungkapkan berbagai jenis amunisi yang meledak, termasuk munisi kaliber kecil dan besar, granat, mortir, hingga amunisi pistol seperti MKK, MKB, dan kaliber 5.56 serta 7.62. Jumlah pasti amunisi yang meledak belum diungkap, namun Kristomei menekankan pentingnya pemusnahan amunisi kadaluarsa untuk mencegah insiden serupa.

Related Post
Proses pemusnahan, menurut Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, telah mengikuti prosedur. Namun, ledakan terjadi saat penyusunan detonator di lubang ketiga. Mahmuddin menyatakan bahwa penyebab pasti ledakan masih diselidiki tim TNI AD. Korban tewas, baik prajurit TNI maupun warga sipil, telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk. Identitas empat prajurit TNI yang gugur antara lain Kolonel Cpl Antonius Hermawan (Kepala Gudang Pusat Munisi III), Mayor Cpl Anda Rohanda (Kepala Seksi Administrasi Pergudangan), Koptu Eri, dan Pratu Aprio, semuanya dari Gudpusmu III Puspalad. Sementara, identitas sembilan warga sipil yang menjadi korban adalah Agus bin Kasmin, Ivan, Anwar bin Iman, Iyus Ibing, Dadang, Rizal, Rustiawan, Endang, dan Toto. Investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab tragedi memilukan ini.











Tinggalkan komentar