suaramedia.id – Kawasan wisata Guci, Tegal, kembali dilanda musibah banjir bandang yang menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas vital. Kolam air panas yang menjadi daya tarik utama hancur, dan tiga jembatan dilaporkan putus akibat terjangan air bah.

Related Post
Pancuran air panas, termasuk Pancuran 13 dan Pancuran Barokah, rata dengan tanah akibat terjangan banjir bandang Kali Gung. Jembatan gantung di Pancuran Lima juga hanyut terbawa arus. Bahkan, satu alat berat beko yang berada di Pancuran 13 ikut terseret banjir, menurut keterangan Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, M. Wisnu Imam.

Warga Desa Guci, Taufiq, menuturkan bahwa debit air Kali Gung meningkat drastis pada Jumat (23/1) sore. Suara gemuruh dari hulu sungai menjadi pertanda datangnya banjir bandang. "Awalnya hanya hujan deras, namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh," ujarnya.
Ketinggian air mencapai sekitar 7 meter pada pukul 02.00 WIB dini hari. Derasnya arus yang membawa material lumpur dan pasir menyebabkan jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak mampu bertahan dan akhirnya putus. Peristiwa ini menambah duka bagi kawasan wisata Guci yang sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.








Tinggalkan komentar