suaramedia.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri baru-baru ini mengungkap sebuah fakta mengejutkan: aksi teror ledakan di SMAN 72 Jakarta diduga kuat telah menginspirasi remaja di Moskow, Rusia, untuk melakukan tindakan serupa. Pengungkapan ini menyoroti bagaimana ideologi kekerasan dapat menyebar lintas batas negara melalui ruang digital.

Related Post
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, merinci bahwa aksi penusukan yang terjadi di sebuah sekolah di Odintsovo, Moskow, Rusia, pada 16 Desember 2025, dilakukan oleh seorang remaja bernama Mario Nauval (15). Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu anak tewas dan seorang petugas keamanan mengalami luka-luka.

Dugaan kuat adanya inspirasi dari kejadian di Jakarta tersebut diperkuat oleh temuan mencengangkan pada gagang senjata yang digunakan pelaku. Di sana, tertulis jelas ‘Jakarta Bombing 2025’. Tulisan ini kemudian difoto dan diunggah ke komunitas-komunitas tertentu di dunia maya, memperlihatkan adanya koneksi yang tidak terduga.
Mayndra melanjutkan dengan menekankan, "Fenomena ini menunjukkan bahwa aksi teror dan kekerasan remaja di berbagai negara saling mempengaruhi. Ada proses inspirasi dan glorifikasi yang terjadi melalui komunitas dan media sosial." Temuan ini menjadi bukti nyata penyebaran paham atau ideologi kekerasan ekstrem yang melintasi batas geografis, difasilitasi oleh kemajuan teknologi digital.
Pada kesempatan yang sama, Densus 88 juga membeberkan identifikasi 27 grup yang menjadi saluran utama penyebaran ideologi ekstrem, seperti Neo Nazi dan White Supremacy, kepada anak-anak dan remaja. Puluhan grup ini tersebar di berbagai platform media sosial populer, mulai dari WhatsApp, Telegram, hingga Facebook.
"Komunitas-komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, atau institusi formal, melainkan tumbuh secara sporadis seiring dengan perkembangan media digital," jelas Mayndra. Di antara puluhan grup tersebut, yang teridentifikasi meliputi TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC Community, TCC City Nueva Revolucion, [tccland], FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, hingga Have Sex With Your Gun.
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras akan bahaya penyebaran ideologi radikal di ranah digital, terutama yang menargetkan kaum muda, serta perlunya kewaspadaan global terhadap fenomena terorisme yang semakin kompleks dan terkoneksi.










Tinggalkan komentar