Drama Golkar Memanas: Senior ‘Ngatur’ Bahlil Kena Semprot!

Drama Golkar Memanas: Senior 'Ngatur' Bahlil Kena Semprot!

suaramedia.id – Jakarta – Suasana internal Partai Golkar kembali menghangat setelah Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus politikus senior partai beringin, Arief Rosyid Hasan, melontarkan kritik tajam kepada para mantan Ketua Umum Golkar. Ia menuding mereka masih berupaya mendikte kepemimpinan Ketua Umum saat ini, Bahlil Lahadalia. Pernyataan ini disampaikan Arief pada Jumat, 26 Desember 2025.

Arief Rosyid dengan tegas menyatakan bahwa era kepemimpinan para senior tersebut telah berakhir. "Masa senior-senior yang mungkin pernah menduduki posisi ketua umum sudah habis, sudah lewat. Berhentilah mencoba mengatur, mendikte, dan mengarahkan Ketua Umum Bahlil Lahadalia," ujar Arief saat dikonfirmasi. Ia tidak menyebutkan nama spesifik, namun pesannya jelas ditujukan kepada pihak-pihak yang masih ingin mengintervensi arah partai.

Drama Golkar Memanas: Senior 'Ngatur' Bahlil Kena Semprot!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Arief, Bahlil Lahadalia sangat memahami arah dan strategi yang akan dijalankan dalam memimpin partai. Ia menegaskan bahwa Golkar kini memasuki babak baru, di mana Bahlil memiliki visi untuk melibatkan generasi muda terbaik yang memiliki integritas dan kapasitas intelektual. "Akan melibatkan orang-orang muda yang terbaik, yang punya integritas, yang punya kapasitas intelektual untuk mengambil ruang-ruang strategis dalam pengabdian di partai," tambahnya, menandaskan komitmen terhadap regenerasi.

Sentilan Arief ini sejalan dengan pernyataan Bahlil Lahadalia sendiri yang sebelumnya disampaikan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di DPP Partai Golkar, Sabtu, 20 Desember lalu. Saat itu, Bahlil juga menyinggung para senior yang masih merasa berkuasa meskipun sudah purnatugas. "Kan begitu, Pak Agung ya. Jangan sampai slogan itu hanya pada senior-senior saja, begitu adik-adik jadi ketua umum, masih merasa terus jadi ketua umum gitu loh. Nggak boleh, nggak boleh," kata Bahlil, merujuk pada salah satu senior, Agung Laksono.

Bahlil bahkan mengaku sering mendapatkan pelajaran dari politisi senior seperti Agung Laksono, Zainuddin, dan Freddy Latumahina, bahwa setiap pemimpin memiliki masanya sendiri. "Saya selalu dapat ajaran Pak Agung, Pak Zainuddin, Pak Freddy Latumahina waktu dulu, setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya," ucapnya, mengutip filosofi kepemimpinan.

Di hadapan para senior yang hadir, Bahlil dengan lugas menegaskan bahwa kepengurusan saat ini adalah representasi generasi baru Golkar. "Jangan teori itu hanya ada pada Abang-abang. Begitu kita memimpin, [senior] masih terus merasa ketua umum, gimana, nggak bisa. Ini adalah generasi baru Golkar, ini generasi baru Partai Golkar," pungkas Bahlil, menandakan tekad untuk membawa perubahan dan regenerasi di tubuh partai beringin.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar