Jakarta, Minggu, 28 Desember 2025 –
suaramedia.id – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo secara tegas menyatakan kesiapan Polri untuk terus menyalurkan bantuan vital bagi masyarakat yang menderita akibat terjangan banjir dan longsor di wilayah Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sebagai respons cepat terhadap krisis ini, Polri telah mengerahkan sejumlah alat berat dan menambah ratusan personel untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Related Post

Komjen Dedi menekankan komitmen Polri untuk memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga terpenuhi hingga akhir Desember ini. Lebih lanjut, ia juga menyoroti persiapan logistik dan infrastruktur menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari mendatang, memastikan warga dapat menyambutnya dengan lebih tenang di tengah upaya pemulihan. "Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan," ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (27/12).
Dari hasil peninjauan langsung di lapangan, Wakapolri mengidentifikasi adanya kebutuhan mendesak, terutama terkait pasokan logistik dan alat berat. Untuk mengatasi hambatan akses yang krusial, tujuh unit alat berat, meliputi ekskavator besar, ekskavator kecil, dan dump truck, telah dikerahkan. Fokus utama pengerahan ini adalah di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang kondisinya dilaporkan cukup parah, guna membuka kembali jalur-jalur yang terisolasi. "Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan," tegas Dedi.
Selain infrastruktur, Polri juga memberikan perhatian serius pada layanan kesehatan bagi warga terdampak. Laporan menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan signifikan, diperparah dengan keterbatasan akses air bersih. Menanggapi hal ini, Jakarta telah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya yang langsung dikirimkan ke lokasi terdampak. Tak hanya itu, dua waduk dilaporkan jebol dan beberapa jembatan putus akibat derasnya arus banjir. Polri berencana membangun jembatan darurat dengan kapasitas di bawah satu ton untuk memulihkan konektivitas masyarakat.
Untuk memperkuat upaya pengamanan dan percepatan pemulihan, Polri juga telah mengirimkan tambahan 190 personel Brimob. Mereka terdiri dari 100 personel yang ditempatkan di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung yang dibutuhkan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan dan memastikan keamanan di area bencana, seiring dengan upaya membuka kembali akses vital yang menjadi kunci utama percepatan pemulihan.










Tinggalkan komentar