suaramedia.id – Wakil rakyat di Senayan menyuarakan keprihatinan mendalam terkait proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama dan dengan suhu yang lebih ekstrem. Sofwan Dedy Ardyanto, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan bahwa ramalan ini harus dianggap sebagai peringatan krusial yang menuntut respons sangat serius dari pemerintah.

Related Post
Menurut Sofwan, BMKG telah mengindikasikan bahwa karakter musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 akan cenderung lebih kering dari kondisi normal, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Agustus. "Data dan informasi mengenai proyeksi musim kemarau 2026 ini mutlak harus dijadikan acuan oleh seluruh Kementerian dan Lembaga teknis terkait, sebagai landasan utama dalam merumuskan strategi dan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Sofwan dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).

Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh temuan para ilmuwan iklim global yang memprediksi bahwa fenomena El-Nino sepanjang tahun 2026 berpotensi memicu kenaikan suhu bumi hingga mencapai rekor terpanas dalam sejarah. Diproyeksikan, kondisi panas ekstrem akan mulai melanda bumi pada akhir 2026 dan berlanjut hingga awal 2027. "Ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan sebuah alarm serius yang tidak bisa direspons dengan pendekatan standar atau mitigasi yang bersifat normatif," tegas Sofwan, menekankan urgensi penanganan masalah ini.










Tinggalkan komentar