suaramedia.id – Istana Negara menjadi saksi pertemuan penting pada Rabu (4/2/2026) ketika Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran diplomatik tinggi. Tak hanya memanggil Menteri Luar Negeri Sugiono beserta para wakilnya, Presiden juga secara khusus mengundang dua mantan diplomat ulung, Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, yang kehadirannya sontak menarik perhatian publik dan awak media.

Related Post
Kehadiran Marty Natalegawa, mantan Menlu yang dikenal dengan kiprahnya di kancah internasional, menjadi sorotan. Tiba di kawasan Istana dengan kendaraan Mercedes Benz berwarna cokelat, Marty irit bicara kepada awak media. "Saya hanya memenuhi undangan dari Bapak Presiden," ujarnya singkat. Ia juga secara tegas menepis dugaan bahwa pertemuan tersebut akan membahas potensi keikutsertaan Indonesia dalam ‘Board of Peace’ atau Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penjelasan Marty ini justru menyisakan tanda tanya besar mengenai agenda utama pertemuan tersebut.

Menyusul kedatangan Marty, mantan Menlu Retno Marsudi, yang telah mengabdi selama dua periode (2014-2019 dan 2019-2024), turut terlihat memasuki kompleks Istana. Seperti Marty, Retno juga memilih untuk tidak memberikan komentar panjang lebar kepada wartawan yang telah menunggunya. "Nanti saja, ya, terima kasih," ucapnya seraya berlalu.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para diplomat aktif dan senior ini menimbulkan spekulasi luas di kalangan pengamat politik dan media. Banyak pihak menduga bahwa pertemuan ini adalah bagian dari konsolidasi visi dan strategi diplomasi Indonesia ke depan, mengingat tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Namun, dengan minimnya informasi yang diberikan oleh para pihak yang hadir, tujuan pasti dari pertemuan penting ini masih menjadi misteri yang menarik untuk dinantikan kelanjutannya.










Tinggalkan komentar