suaramedia.id – Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang durasi pencarian dua wisatawan berkebangsaan Spanyol yang menjadi korban tragedi tenggelamnya kapal KM. Putri Sakina di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fatur Rahman, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Senin (5/1) hingga Rabu (7/1).

Related Post
Keputusan perpanjangan ini diambil setelah tim berhasil menemukan satu korban pada Minggu (4/1) pagi. Penemuan jasad tersebut di hari ketiga pencarian sebelumnya menjadi pemicu utama perpanjangan operasi SAR. Fatur Rahman menjelaskan, indikasi keberadaan korban lain semakin kuat dengan ditemukannya jasad tersebut, memberikan harapan baru bagi tim untuk menemukan dua korban yang masih hilang. "Jika tidak ditemukan di hari ketiga ini, maka operasi kita nyatakan selesai," imbuhnya.

Dalam upaya maksimal ini, jumlah personel yang terlibat dalam operasi SAR ditingkatkan dari 153 menjadi 160 orang. Mereka merupakan gabungan dari Basarnas Maumere dan Labuan Bajo, Ditpolairud Polda NTT, Polres Manggaai Barat, Lanal Labuan Bajo, serta KSOP Labuan Bajo.
Meskipun demikian, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Perubahan cuaca yang tidak menentu di sekitar lokasi pencarian serta kuatnya arus laut menjadi hambatan signifikan dalam upaya penemuan korban. "Yang kedua adalah arus (laut) itu sendiri," jelas Fatur Rahman.
Untuk mengoptimalkan pencarian, area operasi juga diperluas hingga lima nautical mile dari titik pencarian sebelumnya. Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut mengerahkan teknologi canggih berupa sistem sonar dan drone bawah air untuk membantu melacak keberadaan korban maupun bangkai kapal KM. Putri Sakina yang hingga Minggu siang belum juga ditemukan.
Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakina terjadi pada Jumat (26/12) malam di perairan Pulau Padar. Kapal tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari empat Anak Buah Kapal (ABK) dan tujuh penumpang. Dari tujuh penumpang, enam di antaranya adalah warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata berkebangsaan Indonesia.
Pasca insiden, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi dan berhasil mengevakuasi tujuh korban dalam keadaan selamat. Empat orang lainnya dinyatakan hilang. Pencarian intensif kemudian membuahkan hasil dengan ditemukannya satu korban meninggal dunia pada Senin (29/12), seorang perempuan warga negara Spanyol. Kemudian, pada Minggu (4/1), satu jasad korban lainnya kembali ditemukan, sehingga total korban meninggal kini menjadi dua orang. Dengan demikian, dua wisatawan Spanyol lainnya masih dalam pencarian.










Tinggalkan komentar