Banten Lumpuh! Banjir Parah Rendam Cilegon-Serang!

Banten Lumpuh! Banjir Parah Rendam Cilegon-Serang!

suaramedia.id – Wilayah Banten diterjang bencana banjir hebat yang melumpuhkan sebagian besar aktivitas di Kota Cilegon dan Kota Serang pada awal Januari lalu. Genangan air yang meluas tidak hanya mengganggu akses vital menuju kawasan wisata Pantai Anyer, tetapi juga merendam situs bersejarah penting, termasuk kompleks Masjid Agung Banten Lama dan makam keluarga Sultan Banten.

Di Kota Cilegon, situasi darurat terjadi sejak Jumat sore dan masih bertahan hingga Sabtu siang, seiring guyuran hujan rintik yang tak kunjung reda. Sejumlah titik strategis terendam, termasuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan jalur utama penghubung ke Pantai Anyer di Kecamatan Ciwandan. Ketinggian air yang ekstrem bahkan menyebabkan satu unit mobil terseret arus deras, menggambarkan betapa parahnya kondisi di lapangan. Wali Kota Cilegon, Robinsar, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kombinasi dari curah hujan yang sangat tinggi, sesuai prediksi BMKG, dan kondisi pasang air laut. "Air yang seharusnya mengalir ke laut justru tertahan dan berbalik karena sedang pasang," terang Robinsar, Sabtu (3/1), menjelaskan mekanisme terjadinya banjir.

Banten Lumpuh! Banjir Parah Rendam Cilegon-Serang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dampak banjir di Cilegon meluas hingga mengganggu lalu lintas menuju kawasan wisata Anyer. Selain itu, operasional truk yang hendak menyeberang dari Pelindo II Ciwandan menuju Pelabuhan Merak terpaksa dialihkan. Pengalihan arus ini telah diberlakukan sejak Jumat malam, menyebabkan Pelindo II Ciwandan terpantau sepi dari aktivitas truk pada Sabtu siang. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai antisipasi untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama periode libur Natal dan Tahun Baru. "Bersama kepolisian dan KSOP, ASDP mengalihkan layanan dari Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Merak demi memastikan pelayanan tetap aman, tertib, dan terkendali," ujarnya dalam keterangan resmi. Petugas dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan warga setempat berjibaku membantu kendaraan yang mogok serta mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam.

Sementara itu, di Kota Serang, bencana banjir juga menyasar kawasan yang kaya akan nilai sejarah. Berdasarkan laporan BPBD setempat, makam para keluarga Sultan Banten yang berada di area Masjid Agung Banten Lama ikut terendam, dengan ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter. Secara keseluruhan, banjir di Kota Serang telah memengaruhi 1.087 kepala keluarga atau setara dengan 3.033 jiwa, dengan 1.023 unit rumah dilaporkan terendam. Kecamatan Kasemen menjadi wilayah terdampak paling parah, mencatat 1.077 kepala keluarga yang harus menghadapi genangan air. Di Kecamatan Serang, khususnya di Cimuncang Cilik, Kelurahan Cimuncang, ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter, merendam rumah 10 kepala keluarga.

BPBD di kedua kota terus siaga, melakukan pemantauan intensif dan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Banten dalam beberapa waktu ke depan.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar