Nestapa Aceh Tamiang: Tanggul Jebol, Banjir Berulang!

Nestapa Aceh Tamiang: Tanggul Jebol, Banjir Berulang!

suaramedia.id – Kabupaten Aceh Tamiang kembali dilanda musibah banjir. Kali ini, warga Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, harus merasakan kembali genangan air setelah tanggul sungai di wilayah mereka dilaporkan jebol pada Kamis (1/1/2026) sore. Insiden ini menyebabkan air sungai meluap dan merendam kembali permukiman penduduk yang sebelumnya sudah porak-poranda akibat banjir bandang.

Menurut keterangan M. Daud, seorang tokoh pemuda Bendahara Hilir, jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Hanya dalam waktu tiga jam, tepatnya pukul 21.00 WIB, luapan air semakin meluas dan merendam kawasan tersebut. Titik tanggul yang runtuh berada di jalur vital penghubung antara Kecamatan Bendahara dan Seruway, menyebabkan akses terganggu dan air dengan cepat memasuki area permukiman.

Nestapa Aceh Tamiang: Tanggul Jebol, Banjir Berulang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol yang belum diperbaiki," ungkap M. Daud kepada Antara, menggambarkan keputusasaan warga. Ia menambahkan, kondisi Kampung Raja yang masih banyak warganya mengungsi di tenda pasca-banjir bandang 26 November 2025 lalu, kini kembali terendam. Banjir susulan ini diduga kuat merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai, menyusul intensitas hujan deras di pegunungan.

M. Daud juga menyoroti bahwa banyak titik tanggul sungai di sepanjang pesisir Kecamatan Bendahara mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang November 2025 dan hingga kini belum tersentuh perbaikan. Beberapa lokasi yang terdampak meliputi Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang. "Kami sangat cemas jika ada kabar hujan lebat di hulu, kampung-kampung di hilir pasti terendam lagi karena tanggul penahan sungai sudah banyak yang jebol," ujarnya, menyuarakan kekhawatiran warga.

Selain itu, musibah banjir juga sempat melanda Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12/2025) malam. Banjir di lokasi ini dipicu oleh meluapnya sungai objek wisata pemandian Gunung Pandan setelah hujan deras mengguyur wilayah atas.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman, menjelaskan bahwa banjir tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam. "Air hanya masuk kampung sampai kawasan tower saja, ke arah Gunung Pandan. Banjir ini akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi, hanya banjir lewat," terang Suherman, memberikan gambaran situasi yang lebih terkendali dibandingkan Kampung Raja.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar