suaramedia.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkapkan strategi heroik tim gabungan dalam menembus daerah terpencil di Aceh. Dengan menggunakan sepeda motor trail, bantuan logistik berhasil disalurkan kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sebelumnya sulit diakses.

Related Post
Dalam konferensi pers di media center tanggap darurat bencana, Kamis lalu, Pratikno menjelaskan bahwa medan ekstrem di Aceh Tengah dan Bener Meriah memaksa para petugas, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan, untuk beralih ke kendaraan roda dua jenis trail. "Jalur sempit, berlumpur, dan berbukit yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama," ujarnya, seperti dilansir suaramedia.id.

Berbagai kebutuhan esensial seperti bahan makanan, Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, dan kebutuhan pokok lainnya menjadi prioritas yang diangkut menggunakan motor trail. Pratikno juga menambahkan bahwa upaya penanganan bencana tidak hanya terfokus di Aceh, melainkan juga mencakup pemantauan dan penyaluran bantuan intensif bagi warga terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Langkah ini, menurut Pratikno, sejalan dengan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk mengerahkan sumber daya nasional secara maksimal dalam penanganan bencana. "Arahan Presiden sangat jelas, seluruh jajaran diminta bekerja tanpa henti demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pasca-bencana," tegasnya.
Meskipun demikian, Pratikno turut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan ringan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, yang bisa memperburuk kondisi di lapangan.
Data terkini dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB hingga Kamis sore menunjukkan skala dampak bencana yang memprihatinkan. Total 489.864 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Angka korban meninggal dunia mencapai 1.135 orang, bertambah enam dari laporan sebelumnya, sementara 173 orang masih dinyatakan hilang dalam pencarian, berkurang satu dari data sebelumnya.
Rincian korban per provinsi menunjukkan bahwa Aceh mencatat 503 korban meninggal dunia, 31 orang hilang, dan 466.667 jiwa mengungsi. Di Sumatera Utara, 371 orang meninggal dunia, 70 orang hilang, dan 13.262 jiwa mengungsi. Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 261 korban meninggal dunia, 62 orang hilang, dan 9.935 jiwa mengungsi.










Tinggalkan komentar