Kabar Baik! 300 Sumur Bor Bakal Atasi Krisis Air Aceh Tamiang!
suaramedia.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen kuatnya dalam membantu masyarakat pascabencana dengan mengumumkan rencana pembangunan 300 titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Inisiatif masif ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan akses air bersih yang dialami warga setelah diterjang banjir, menjangkau 216 desa yang tersebar di 12 kecamatan di wilayah tersebut.

Related Post

Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, menjelaskan bahwa program strategis ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak akan air bersih yang menjadi salah satu dampak paling terasa pascabencana. "Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor," ujar Erdi di Jakarta, Minggu (21/12), seperti dilansir Antara.
Sasaran utama dari pembangunan sumur bor ini mencakup berbagai fasilitas publik dan tempat-tempat vital bagi kehidupan masyarakat. Daftar lokasi prioritas meliputi masjid dan musholla sebagai pusat kegiatan keagamaan, puskesmas untuk layanan kesehatan, sekolah sebagai sarana pendidikan, lokasi pengungsian yang menampung korban bencana, serta berbagai fasilitas umum lainnya yang krusial. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat memastikan manfaat air bersih dirasakan oleh sebanyak mungkin warga.
Hingga Jumat (19/12) lalu, progres pembangunan sudah menunjukkan hasil yang signifikan dengan 23 titik sumur bor yang telah berhasil beroperasi dan siap melayani masyarakat. Rinciannya mencakup pembangunan sumur bor baru di Markas Polres Aceh Tamiang, 14 titik di masjid dan musholla, satu titik di Posko Terminal Kuala Simpang, satu titik di pesantren, satu titik di sekolah, satu titik di lokasi pengungsian, serta dua titik di perumahan warga. Tidak hanya membangun yang baru, Polri juga melakukan rehabilitasi terhadap dua titik sumur bor milik warga yang sebelumnya tidak dapat digunakan, sehingga kini kembali fungsional.
Erdi menegaskan bahwa Polri akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Tujuannya adalah agar seluruh target pembangunan 300 titik sumur bor dapat terealisasi dengan baik, tepat sasaran, dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama. Ia berharap fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam upaya penanggulangan dampak bencana di masa mendatang.










Tinggalkan komentar