suaramedia.id – Tragedi banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus memilukan. Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 85 orang hingga Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB. Rahmat Lasmono, Kepala Pelaksana BPBD Agam, mengungkapkan bahwa puluhan jenazah ditemukan tersebar di lima kecamatan yang terdampak parah.

Related Post
Korban terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan, di mana 55 orang dilaporkan meninggal akibat terjangan banjir bandang. Sementara itu, Kecamatan Malalak mencatat 10 korban jiwa akibat banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur. Kecamatan Tanjung Raya dilanda tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya belum teridentifikasi.

Selain itu, tanah longsor juga merenggut nyawa satu orang di Kecamatan Matur (Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak) dan satu orang di Kecamatan Palupuh (Nanlimo). Proses identifikasi korban masih terus berlangsung, terutama untuk 12 jenazah yang ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya mencari 78 orang yang dilaporkan hilang. Mereka tersebar di Jorong Toboh (5 orang), Kecamatan Tanjung Raya (24 orang), dan Salareh Aia (69 orang). Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (30/11) pagi dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Polri, Damkar, PMI, dan relawan.
Selain fokus pada pencarian korban, tim juga mendistribusikan bantuan makanan kepada warga yang terisolir akibat bencana ini. Kondisi geografis yang sulit dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Masyarakat Agam dan sekitarnya masih sangat membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban penderitaan akibat bencana dahsyat ini.










Tinggalkan komentar