suaramedia.id – Makassar, Sulawesi Selatan – Seorang bayi berusia 2,9 tahun meregang nyawa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akibat penganiayaan yang dilakukan oleh R (28), kekasih dari ibu korban. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku dalam kondisi emosi dan terpengaruh alkohol saat melakukan tindakan keji tersebut.

Related Post
Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani, menjelaskan bahwa motif awal penganiayaan diduga karena pelaku merasa kesal terhadap korban. "Iya, dugaan awal adanya kekesalan terhadap korban," ujarnya kepada suaramedia.id – , Senin (24/11).

Lebih lanjut, Ibnu menerangkan bahwa sebelum kejadian tragis ini, pelaku sempat terlibat dalam pesta minuman keras bersama teman-temannya. "Pelaku enggak bisa kontrol emosinya, sebelumnya pelaku juga sempat minum balo (tuak) dengan temannya," imbuhnya.
Penyidik PPA Satreskrim Polres Luwu telah menetapkan R sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian bayi tersebut. "Berdasarkan hasil gelar perkara tersebut, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Ibnu.
Akibat perbuatannya, R dijerat pasal 80 ayat (3) juncto pasal 76 C UU Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Peristiwa memilukan ini terjadi di rumah kontrakan pelaku di Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, pada Kamis (21/11) sekitar pukul 21.00 WITA. Ibu korban menerima kabar dari pelaku bahwa anaknya tidak sadarkan diri.
"Saat itu, ibu korban sedang bekerja lalu menerima pesan dari pelaku yang mengabarkan anaknya pingsan," kata Ibnu.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Ibu korban kemudian melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini kepada pihak berwajib, yang kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.
"Pelaku mengaku menganiaya korban dengan menggunakan gagang sapu dan kayu. Informasi dari ibu korban juga menguatkan dugaan bahwa tindak kekerasan terhadap korban sudah sering terjadi sebelumnya," ungkap Ibnu kepada suaramedia.id – .










Tinggalkan komentar