Gus Yahya: PWNU Solid, Tolak Isu Pemakzulan!

Gus Yahya: PWNU Solid, Tolak Isu Pemakzulan!

suaramedia.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengklaim bahwa mayoritas Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia menolak keras wacana dirinya mundur dari jabatan ketua umum. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, yang berlangsung hingga dini hari.

Gus Yahya mengungkapkan bahwa para Ketua PWNU se-Indonesia khawatir jika dirinya mengundurkan diri, mengingat mereka adalah pihak yang dulu memilihnya. "Mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Saya katakan saya tidak terbesit sama sekali (untuk mundur), karena enggak ada alasan untuk itu," tegas Gus Yahya, seperti dikutip suaramedia.id – .

Gus Yahya: PWNU Solid, Tolak Isu Pemakzulan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam forum tersebut, Gus Yahya memberikan penjelasan mengenai dinamika internal PBNU yang berkembang belakangan ini, termasuk isu pemakzulan dirinya. Ia bersyukur bahwa PWNU dapat memahami situasi yang terjadi secara komprehensif.

Setelah mendapatkan penjelasan, para Ketua PWNU se-Indonesia memutuskan untuk melakukan konsolidasi lanjutan secara mandiri. Gus Yahya memberikan kebebasan kepada mereka untuk bersikap dan tidak ingin ikut campur dalam proses tersebut.

Menurut Gus Yahya, NU bukan hanya milik segelintir elit PBNU, melainkan juga milik seluruh pengurus di daerah. Oleh karena itu, mereka memiliki hak untuk menentukan arah organisasi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam rapat koordinasi tersebut hanya untuk memberikan penjelasan agar para pengurus tidak salah mengambil sikap berdasarkan rumor dan fitnah.

Gus Yahya optimis NU akan mampu mengatasi masalah yang sedang terjadi, mengingat organisasi ini telah melewati berbagai gelombang sejarah. Ia juga berjanji akan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik untuk kemaslahatan bersama, umat, bangsa, dan negara.

"Karena NU ini begitu besarnya sehingga ya boleh dikata kira-kira separuh wajah Indonesia ini adalah NU. Jadi kalau NU-nya ini tidak baik, ya wajah Indonesia bisa jadi ikut tidak baik," pungkasnya.

Sebelumnya, isu pemakzulan Gus Yahya mencuat melalui dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025. Namun, keabsahan dokumen tersebut belum terkonfirmasi.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar