Rapat Maraton DPR: Bongkar Mafia Peradilan!

Rapat Maraton DPR:  Bongkar Mafia Peradilan!

suaramedia.id – Komisi III DPR RI menggelar rapat maraton selama empat hari (9, 10, 11, dan 16 September 2025) untuk menyeleksi 16 calon hakim agung dan hakim agung ad hoc HAM. Pada hari pertama, empat calon, Heru Purnomo, Budi Nugroho, Annas Mustaqim, dan Hari Sugiharto, memaparkan visi dan misi mereka selama tujuh jam. Komisi III DPR tak hanya menguji integritas, namun juga menelisik pandangan para calon terkait sistem peradilan Indonesia.

Annas Mustaqim, misalnya, menganggap menampilkan tersangka dengan rompi dan borgol sebelum putusan inkrah melanggar asas praduga tak bersalah, sebuah ketentuan yang menurutnya sudah tercantum dalam KUHAP. Sementara itu, sorotan tajam tertuju pada isu mafia peradilan. Hasbiallah Ilyas dari Fraksi PKB mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya isu mafia peradilan dan pajak, mengingatkan bahwa integritas yang digembar-gemborkan saat seleksi seringkali sirna setelah menjabat.

Rapat Maraton DPR:  Bongkar Mafia Peradilan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Proses seleksi berlanjut pada hari kedua dengan tiga calon hakim agung dan satu calon hakim agung ad hoc. Delapan calon lainnya akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 11 dan 16 September. Komisi III DPR akan menetapkan nama-nama yang terpilih pada 16 September, namun jumlah pasti yang akan dipilih masih belum diumumkan. Seleksi ini bertujuan mengisi kekosongan 17 kursi hakim agung dan tiga hakim ad hoc HAM di MA. Ketua MA telah meminta komposisi hakim agung yang meliputi 5 hakim agung Kamar Pidana, 3 hakim agung Kamar Perdata, 2 hakim agung Kamar Agama, 1 hakim agung Kamar Militer, 1 hakim agung Kamar TUN, dan 5 hakim agung Kamar TUN Khusus Pajak.

Berikut daftar nama calon hakim agung yang mengikuti seleksi:

Kamar Pidana:

  1. Alimin Ribut Sujono, S.H., M.H.
  2. Annas Mustaqim, S.H., M.Hum.
  3. Julius Panjaitan, S.H., M.H.
  4. Suradi S.H., S.Sos., M.H.

Kamar Perdata:

  1. Ennid Hasanuddin, S.H., CN., M.H.
  2. Heru Pramono, S.H., M.Hum.

Kamar Agama:

  1. Hj. Lailatul Arofah, M.H.
  2. Hj. Muhayah, S.H., M.H.

Kamar Militer:

  1. Agustinus Purnomo Hadi, S.H., M.H.

Kamar Tata Usaha Negara:

  1. Hari Sugiharto, S.H., M.H.

Kamar Tata Usaha Negara (Khusus Pajak):

  1. Budi Nugroho, S.H., S.E., M.Hum.
  2. Diana Malemita Ginting, Ak., S.H., M.Si., M.H.
  3. Triyono Martanto, S.E., Ak, S.H., M.M., M.Hum., C.A.

Adhoc HAM:

  1. Prof. Dr. Agus Budianto, S.H., M.Hum.
  2. Bonifasius Nadya Arybowo, S.H., M.H.Kes
  3. Dr. Moh Puguh Haryogi, S.H., Sp.N., M.H

Proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan hakim agung yang berintegritas dan mampu memberantas praktik-praktik mafia peradilan.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar