Gebrakan Kapolri: Bongkar 1 Ton Ketamine!

Gebrakan Kapolri: Bongkar 1 Ton Ketamine!

suaramedia.id – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi peredaran gelap narkotika dengan menghadiri langsung pengungkapan kasus besar di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita satu ton narkotika jenis ketamine yang diduga kuat akan diedarkan secara luas.

Kehadiran Jenderal Suyudi di lokasi pengungkapan ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta jajaran pimpinan daerah setempat. Dalam kesempatan tersebut, Suyudi mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kepercayaan negara yang memungkinkannya memegang dua peran strategis sekaligus, yakni sebagai Kapolri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Gebrakan Kapolri: Bongkar 1 Ton Ketamine!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Saya merasa sangat berbahagia karena dapat berbicara dalam kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus sebagai Kepala BNN," ujar Suyudi di hadapan awak media saat membuka sambutannya.

Lebih lanjut, Jenderal Suyudi memaparkan fakta memprihatinkan terkait kondisi darurat narkoba di wilayah Sumatera Utara. Merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sumatera Utara saat ini menempati posisi pertama dalam peta kasus tindak pidana narkotika di Indonesia.

Meski angka kasus menunjukkan tren yang tinggi, Suyudi memberikan catatan positif bahwa intensitas pengungkapan kasus oleh kepolisian juga mengalami peningkatan yang signifikan.

"Jangan berkecil hati. Walaupun kita berada di posisi nomor satu terkait kasus, namun di sisi lain, jumlah pengungkapan yang kita lakukan juga sangat banyak," tegasnya.

Menutup arahannya, Kapolri memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di Sumatera Utara agar tidak lengah. Ia menekankan pentingnya strategi komprehensif untuk memutus rantai peredaran narkoba, mulai dari upaya pencegahan di tingkat hulu hingga penindakan di tingkat hilir.

"Data itu penting, namun yang jauh lebih krusial adalah langkah nyata kita dalam menghadapi ancaman narkoba. Kita harus bergerak secara konsisten, terutama dalam upaya pencegahan dari sisi hulunya," pungkas Suyudi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar